Dunia Hiburan anak Berduka, Pak Raden Meninggal

NASIONAL (kotareyognews.net) - Tentunya kita tak asing lagi dengan Si Unyil. Masa kecil kita sekitar tahun 85-an pasti tak ada yang tak kenal dengan Si Unyil dan Usrok. Setiap hari minggu pasti kita nonton boneka Si Unyil di layar kaca. Sudah dipastikan suguhan cerita Si Unyil, menjadi kesukaan anak-anak saat itu.
 
Si Unyil sendiri adalah buah karya Suryadi atau yang akrab dipanggil Pak Raden. Berbagai alur cerita dingan si Unyil ini terbukti telah mampu mengukir dalam jiwa anak indonesia.
 
Namun kabar duka menimpa keluarga Pak Raden, dan bangsa Indonesia. Maestro dongeng dan sketsa Indonesia ini dikabarkan telah wafat di Rumah Sakit Pelni Petamburan Jakarta pada Jum'at (30/10/2015) sekitar pukul 22.20WIB.
Seperti dilasir dari situs suara.com, kabar meninggalnya Pak Raden ini langsung dari pesan singkat yang disampaikan oleh asisten Pak Raden, Prasodjo Chusnato.
Begini bunyi pesan singkat tersebut:
  
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un telah wafat kakek kami tercinta, guru bangsa, legenda dongeng Indonesia, maestro sketsa Indonesia Drs Suyadi (Pak Raden). Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya, segala salah, khilaf dan kekurangan. Semoga yang pergi diberikan tempat yang indah, dimasukkan ke dalam barisan orang yang beriman, diterima segala amal ibadahnya, menjadikan segala karyanya cahaya yang menerangkan. Aamin ya robbal alamin,"
 
Sedangkan terkait meninggalnya Pak Raden karena apa, belum ada kejelasan dari pihak Prasodjo. Almarhum Pak Raden meninggal dunia di usia yang ke 82 tahun. Pak Raden merupakan tokoh pencipta Si Unyil. Film yang ciptakanya dan ditayangkan di televisi tersebut semata-mata untuk membangun karakter anak indonesia.
 
Sedangkan Almarhum Pak Raden sendiri  pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung. Kemudian dia pernah belajar animasi ke Prancis tahun 1961 sampai 1963, hingga menciptakan Si Unyil sebagai pendidikan karakter anak, dan ini telah terbukti keteladanan dan pelajaran dari Si Unyil telah mampu mendidik anak-anak Indonesia. Selamat jalan Pak Raden, namamu selalu terukir dalam kenangan anak Indonesia. (warok/suara.com/IR)