Ada Ritual Sebelum Pembakaran Reyog di Davao, Ini Buktinya

NUSANTARA (kotareyognews.net)- Sebuah fakta terlihat dalam foto yang di unggah oleh akun FB Begawan Prabu. Dalam album yang diunggah pada hari Jumat,(06/11/2015) tersebut terlihat suasana detik-detik dari kronologi pembakaran Reyog Ponorogo dan hiasan Gamelan di KJRI Davao City Philipina, Selasa, 20 Oktober 2015.

Terlihat jelas dari foto, bahwa sebelum Reyog Ponorogo dan hiasan Gamelan dibakar oleh Oknum KJRI Davao City ada semacam ritual aneh yang dilakukan olah tiga orang wanita dan tiga orang pria. Fakta dari foto tersebut mempertegas atas anggapan bahwa Reyog adalah berhala dan tempat bersemayamnya makhluk halus.
  
Terlihat juga, saat proses pembakaran, tidak ada staff KJRI yang tau dan ada di lokasi tersebut. Imi tentunya menjadi tanda tanya besar bagi kita yang ada di Indonesia, tentang apa yang terjadi sebenarnya.
  
Sebagai pecinta warisan budaya Nusantara, dalam akunya Begawan Prabu sangat mengecam tindakan tersebut, dan menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk menindak tegas oknum pelaku pembakaran Reyog Ponorogo dan hiasan Gamelan di KJRI Davao City Philipina.
  
  "Saya mengajak rekan-rekan yang mau berpartisipasi dalam pengusutan tuntas kasus pembakaran Reog Ponorogo dan hiasan Gamelan ini dengan menandatangani petisi yang saya buat dengan klik dan tandatangani," ajaknya.
   
Inilah link petisi yang dibagikan oleh Begawan Prabu : https://www.change.org/p/kjri-davao-kemenluri-portal-kemlu-ri-cc-jokowi-jokowi-id-aniesbaswedan-kemdikbud-ri-savereogponorogo-stop-pembodohan-publik?recruiter=51104454&utm_source=share_petition&utm_medium=copylink
   
Semetara dalam album yang di upload tersebut, saat ini sudah sebanyak 101 like, dan beberapa komentar. (warok)