Aldo Ngaku Diusir Ibu Tiri, Hendak Mencari Ibu Kandung di Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net) - Bocah 12 tahun bernama Aldo Saputra, asal Sukabumi, Jawa Barat yang diusir ibu tirinya dan ditemukan telantar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang dirawat di Dinad Sosial Ponorogo dan butuh perlakuan khusus.

Salah seorang petugas pendamping di Dinas Soaial Kabupaten Ponorogo, Dita Oktavia mengatakan, kondisi anak yang ditmeukan di jalan Raya Ponorogo-Trenggalek tersebut sangat memprihatinakan.

“Ia membutuhkan perlakuan khusus, sebab kondisinya masih labil. Masih diperlukan pendekatan dan waktu untuk menenangkan diri, sebab korban usai melakukan perjalanan panjang dan trauma berat,” katanya, Jumat (27/1/2015).

Dita menambahkan, pelakuan khusus diberikan, agar mencari tahu secara pasti keadaan yang dialami korban.

Sebelumnya, Aldo mengaku, diusir oleh ibu tirinya Tuti Sukaeti dari rumahnya di Kampung Babakan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban sebelumnya sering mendapat perlakuan kasar dari ibu tirinya, sejak ayahnya, Mandra, meninggal empat tahun lalu.

Puncaknya, korban diberi uang Rp300 ribu dan diusir dari rumahnya, sejak 12 hari lalu. Korban kemudian mencari ibu kandungnya di Ponorogo Jawa Timur. Korban menumpang bis dari Sukabumi hingga Blitar, Jawa Timur. Korban kemudian membeli sepeda dan mengendarainya hingga Ponorogo.

     Korban ditemukan keluarga Jani, warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawo, Ponorogo, pada Sabtu 21 November 2015, dalam kondisi kelaparan dan memprihatinkan. Warga merawatnya karena kasihan, yang menyerahkan korban diserahkan ke polisi dan dititipkan di Dinas Sosial. Polisi masih melakukan pencarian terhadap ibu kandung korban dan mencari alamat ibu tiri korban.

     Namun Aldo, bocah yang mengaku berasal dari Sukabumi,  yang menggayuh sepeda ke Ponorogo demi mencari Ibu Kandungnya ternyata sudah kabur dari panti sejak semalam. Yang bersangkutan sebenarnya sudah dijaga ketat oleh satpol pp panti. Dan kunjungan tamu juga dibatasi untuk mencegah pertanyaan yang sama berlebih.

    Dengan alasan ingin membeli pulsa dengan jaminan hape. Aldo naik sepeda onthel keluar panti. Petugas satpol pp mengikuti dengan jalan kaki.

     Saat tiba dikonter, saat petugas satpol PP sedang berinteraksi membelikan pulsa untuk Aldo. Namun Si Aldo langsung kabur dengan sepeda onthelnya. Petugas pol PP yang coba mengejar dengan berlari gak bisa karena kondisi fisik.

     Saat ini pihak Polres Ponorogo sudah mengerahkan anggotanya untuk mencari Aldo. Semoga cepat ketemu. Dan terselesaikan masalah utama si Aldo. Karena keterangan dan alasan Aldo ke Ponorogo selalu berubah-ubah. Termasuk keyakinan agamanya yang mengaku Kristiani tapi saat diantar untuk ditampung di Panti Sosial Gereja Santa Maria malah ngaku Muslim.(warok/okezon)