Bocah Asal Ponorogo Ini Disambar Petir Hingga Tewas

PONOROGO (kotareyognews.net) - Hujan bisa diibaratkan anugerah, atau karunia dari sang pencipta. Karena dari hujan inilah bumi kita menjadi basah, hawa menjadi sejuk, tumbuhan jadi menggeliat bersemi.

Namun tidak selamanya hujan menjadi anugerah, karena Allah telah berjanji bahwa dibalik kenikmatan ada kepahitan, dibalik kesenangan ada kesedihan dan sebaliknya dibalik kesedihan pasti ada kesenangan. Itu sudah menjadi suratan dari Ilahi dan manusia harus menerimanya dengan lapang dada penuh kesabaran.
Seperti hujan yang mengguyur Kota Reyog pada , Sabtu (07/11/2015) lalu. Sekitar pukul 13.30 WIB, hujan mulai mengguyur di beberapa tempat di wilayah kabupaten Ponorogo. Masyarakat tentunya sangat gembira karena datangnya titik air dari langit ini sudah dinanti-nanti oleh masyarakat terutama para petani.

Namun suka cita menyambut datangnya hujan ini tidak pada keluarga Tri Suprihatin,  warga dukuh Demalang, Desa Sumoroto, kecamatan Kauman Ponorogo. Pasalnya dia harus kehilangan putranya lantaran Vicky Ardiansyah(10),  saat bermain bersama butiran titik air ini tersambar kilatan api dari udara atau petir hingga meninggal dunia.

Menurut Tri Suprihatin, awalnya sekitar pukul 13. 45, korban sedang bermain di belakang rumah bersama temanya Faizi. Tiba-tiba saja dalam suasana rintik hujan yang mulai turun dari langit, tiba-tiba terlihat kilatan cahaya dari langit dan Diarr...!! Gelegar petir terdengar begitu keras dan terasa menghantam bumi disekitar rumah Suprihatin.

Diapun teringat kalau putranya sedang bermain bersama kawanya di belakang rumah persis ditempat petir menghantam bumi. Buru-buru dia lari kebelakang rumah mencari keberadaan putranya.

Betapa kagetnya Suprihatin ketika dia mendapati putranya sudah tergeletak tak berdaya dibelakang rumah. Sedangkan rekanya Fauzi masih berada disana dalam keadaan ketakutan karena keranya gelegar petir yang turun secara tiba-tiba.

Mengetahui kondisi putranya tergeletak ditanah Tri Suprihatin langsung berteriak minta tolong sembari membopong Vicky Ardiansah. Mendengar teriakan Suprihatin meminta tolong tetanggapun berdatangan terutama Lahuri dan Suprapto tetangga dekat.

     Korban kemudia dibawa ke Puskesmas Sumoroto guna dilakukan pertolongan pertama. Korban langsung mendapatkan penanganan oleh tenaga medis Puskesmas Sumoroto. Kondisi tubuh korban terdapat luka lecet dibagian dada sebelah kanan dan dahi.

     Namun apa boleh buat, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, korban yang yang kondisinya cukup parah inj tak bisa tertolong nyawanya. Isak tangis keluarga mengiringi kepergian Viky menghadap Ilahi. Keluargapun langsung membawa pulang jasat korban untuk dilakukan pemakaman.

    Semoga kejadian ini menjadi peringatan kepada pembaca, agar lebih waspada dengan kondisi alam dan cuaca saat ini. Terlebih lagi kepada orang tua yang mempunyai anak kecil, agar selalu mengawasi buah hati terutama saat cuaca berubah. Semoga kita semua dan keluarga selalu diberi lindungan oleh Allah, SWT. Amin.. Ya Rabbal Alamin..     (warok)