Di Tulung Agung Ada Tari Reog Kendang Massal Pecahkan Rekor MURI

Tari reog kendang di Tulung agung
TULUNG AGUNG (kotareyognews.net) - Di kabupaten Ponorogo ada tari reyog yang merupakan kolaborasi gamelan, dadak reyog, warok, jathilan, ganongan dan sosok Prabu Klono Sewandono, di Tulung Agung juga ada namanya tari Reog kendang. Tari ini merupakan kesenian tradisional yang memiliki aras tradisi yang sama dengan Reyog Ponorogo.
 
Dilasir dari situs rimanews,  bahwa kesenian reog itu sendiri tidaklah lepas dari sejarah tentang keberadaan Kraton Kediri. Sedangkan dalam reog kendang, barisan prajurit ini diwakili oleh enam orang penari dengan berbagai atribut yang dipakainya.
 
Setiap gerakan dalam reog kendang maupun atribut-atribut yang dipakai merupakan simbolisasi yang kaya dengan makna. Misalnya udeng atau ikat kepala yang terbuat dari kain batik bermotif gadung warna hitam ini memiliki makna sebagai lambang dari nilai persatuan dan kesatuan (dari para prajurit).
  
Konon tarian ini melukiskan tentang iringan iringan prajurit Kerajaan Kadiri ketika hendak menjebak raksasa di kawah Gunung Kelud. Kisah tarian ini erat hubungannya dengan legenda terjadinya kota Kediri.
 
Ada versi lain menjelaskan bahwa tarian ini diilhami oleh permainan kendang prajurit bugis pada salah satu kesatuan laskar Trunojoyo, alat yang digunakan adalah tam-tam (kendang kecil yang digendong)
 
Sementara itu, sebanyak 2.400 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (12/11/2015) melakukan tarian massal kesenian reog kendang dan berhasil mencatatkan diri dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) nomor 7.181.

Proses pemecahan rekor MURI dalam tarian masal reog kendang yang merupakan kesenian khas Tulungagung itu digelar di halaman GOR Lembu Peteng, Tulungagung dan disaksikan oleh belasan ribu warga setempat.
 
Ada sejumlah 2.400 pelajar tersebut, tergabung dalam 333 grup atau kelompok sendra tari yang menjadi mata pelajaran muatan lokal di setiap sekolah di Tulungagung, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/SMK/MA

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pendidikan dan KebudayaanTulung Agung Suharno, untuk menggelar  tarian massal reog kendang ini  dilakukan selama kurang-lebih satu bulan. "Selain untuk pemecahan rekor tarian reog kendang terbanyak, tujuan tari massal ini juga untuk pelestarian sekaligus membudayakan kesenian reog kendang yang merupakan warisan budaya daerah dan hanya ada di Tulungagung," ujarnya.
 
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang tampak hadir dalam kegiatan yanng dimulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB itu tampak mengapresiasi pagelaran tarian massal reog kendang untuk tujuan pemecahan rekor MURI tersebut.

"Meskipun dilakukan secara masal namun luar biasa adik-adik ini, semoga tahun depan bisa ditingkatkan lagi," harap Gus Ipul usai penyerahan piagam rekor nomor 7.181 dari manajer MURI, Sri Widayati. (warok,rimanas)