KRP Akan Datangi Kantor Kemenlu, Klarifikasi Pembakaran Reyog Ponorogo

JAKARTA (kotareyognews.net) - Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dan sekitarnya, yang saat ini memiliki anggota sekitar 85 grup Reyog Ponorogo yang diketahui telah berdiri sejak tahun 1980 ini akan mendatangi kantor Kementrian Luar Negeri RI di jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat, Senin (02/11/2015).
 
Disampaikan oleh Wakil Ketua Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Suparno Nojeng melalui pesan singkat kepada kotareyognews.net, memgatakan bahwa tujuan para seniman Reyog Ponorogo yang tergabung dalam KRP, yaitu akan menggelar audiensi untuk mengklarifikasi kejadian pembakaran Reyog oleh oknum KJRI Davao, Philipina.

"Kita akan meminta informasi, klarifikasi dan berdialog langsung dengan pak Menteri soal pembakaran property Reyog di KJRI Davao Philipina. Kita juga akan memasang spanduk, memasang property Reyog (dadak merak,barongan dan gayor), sekaligus testimoni seniman reyog yang tahun 2007 silam ikut tampil di Davao, dan konferensi pers,"terangnya dalam pesan singkat.
  
Sepeti berbagai pemberitaan yang muncul baru-baru ini, telah terjadi kasus pembakaran property Reyog (dadak merak, barong, dan gayor berukir ular naga) yang terjadi di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao - Philipina pada 20 Oktober 2015 lalu. Rupanya hal ini yang memicu KRP untuk meminta klarifikasi langsung dari Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari.
 
Nojeng juga menyampaikan bagi seniman Reyog di kabupaten Ponorogo yang akan mengikuti acara tersebut ditunggu di markas KRP hingga pukul 09.00 WIB. Selain itu, sesuai arahan ketua KRP Suyatno, peserta yang akan iku diwajibkan memakai seragam KRP atau busana Warok Ponorogo. (warok)