Penistaan Agama di Facebook Ini akhirnya Tertangkap

MAGELANG (kotareyognews.net) - Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila, dan sebagai warga Indonesia mestinya kita harus selalu perpegang teguh dengan nilai-nilai Pancasila. Termasuk dalam lehidupan beragama, itu mutlak harus saling hormat menghormati. Ini adalah makna dari Bineka Tunggal Ika yang sesungguhnya.
    
Namun masih saja terjadi penghinaan, maupun penistaan kepada agama dilakukan orang yang goblok dan dungu. Misalnya saja, beberapa minggu terkhir publik banyak diresahkan dengan kelakuan oknum yang melakukan penistaan agama Islam, ada banyak hinaan yang dilakukan oleh oknum ini sehigga banyak pihak melaporkan kelakukan oknum tersebut kepihak berwajib.
    
Dengan memuat foto Babi menggigit Mushaf Al Quran membuat muslimin geram dibuatnya. Oknum yang melakukan penistaan agama dengan gambar babi yang mengigit Al quran tersebut akhirnya menjadi incaran polisi.
   
Ibarat kata pepatah, 'Sepandai-pandainya orang menyembunyikan bau busuk toh akhirnya tercium juga'. Setelah dilacak akhirnya polisi menemukan oknum dengan akun Akbar.
    
Gambar tersebut pertama kali di unggah di akun Facebook Akbar dan Stefanus di sebuah grup facebook kota Magelang.
     
Setelah diselidiki dan dipelajari di pengguna akun Facebook Akbar jg ditemukan juga foto simbol simbol-simbol komunis.
   
"Alhamdulillah malam hari tadi tanggal 8 November 2015 pelaku sudah tertangkap dan hari ini tanggal 9 November 2015, Laskar FJI dan beberapa ormas islam yang juga dihadiri perwakilan Mualaf Center Magelang mendatangi Polres Magelang." terangnya kepada awak media.
    
Dari penangkapan tersebut, akhirnya DPP FJI bersama ormas ormas Islam lain di Magelang, mengadakan audensi dengan Kapolres Magelang. Dan dalam pernyataan, ormas Islam tersebut mengemukakan sikap yang salah satunya akan mengawal dan memastikan agar pelaku dihukum seberat beratnya, Jika perlu sampai Mati!
      
Sedangkan dua pelaku yang sudah diserahkan kepada pihak aparatur setempat (Polres Magelang), sempat di dakwahi dan akhirnya menyesal dan di syahadatkan, prosesi syahadat di bimbing oleh Ayahanda Ust Umar Said di hadapan Kapolres Magelang beserta jajarannya dan saksi-saksi yang hadir dari berbagai ormas Islam.
     
 Dari kejadian ini , seharusnya kita dapat mengambil hikmahnya, bagi para penista dan pembenci Islam maupun agama lainnya, seperti yang dilakukan dua oknum yang tidak mempunyai adab yang baik tersebut, Hukum dan Umat islam akan mengambil tindakan tegas, akan mencari dan akan ditindak lanjuti.
     
Semoga ini menjadi pelajaran, bagi siapapun untuk saling menghormati dan tidak saling menghina. Bedakan antara yang haq dan yang bathil, bedakan meluruskan dan menghina. Sungguh indah dan mulia Diinul Islam seperti Firman Allah :
   
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (Al-An’am :108)