Religi Grebeg Tutup Bulan Suro Kabupaten Ponorogo Ziarah Makan Gunung Srandil

Makam Srandil
PONOROGO (kotareyognews.net) - Merupakan akhir dari rangkaian kegiatan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo, juga di gelar Grebeg Tutup Suro. Kegiatan ini dipusatkan di wilayah Kutho Kulon wilayah Bantarangin Sumoroto.

Sebelumnya, Perayaan datangnya bulan Muharam atau Grebeg Suro telah dihelat pada awal bulan Suro yang diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari pameran, kirab, Festival Reyog Nasional (FRN) dan pesta kembang api dan ragam kegiatan lainya, di pusat pemerintahan atau dulu disebut Kota Tengah.

 Sedangkan kegiatan grebeg tutup suro ini di awali dengan do'bersama yang dilanjutkan dengan ziarah makam di Astana Gunung Srandil yang terletak di wilayah perbukitan dengan ketinggian 160 kaki dari permukaan llaut, di wilayah Dukuh Srandil Desa Srandil Kecamatan Jambon, Ponorogo, pada Rabu, (11/11/2015).

Di Astana Srandil ini merupakan tempat dimakamkanya  para sesepuh yang merupakan tokoh yang babat kota Ponorogo. Makam ini terletak di ketinggian 160 kaki dari permukaan laut. Sedangkan untuk menuju ke makam, para peziarah harus berjalan kaki dan harus melewati tangga sejauh 250 meter.

Dalam rangka Grebeg Tutup Bulan Suru ini kegiatan ziarah makam dipimpin oleh Sekda Kabupaten Ponorogo DR. Dr. Agus Paromono, SH. MM. dan diikuti sekitar 150 orang dari dinas pariwisata, para tokoh dan kepala desa di wilayah Pembantu Bupati  Sumoroto.

Prosesi kegiatan ziarah makam ini diawali dengan pembacaan sejarah singkat dari para leluhur di Astana Gunung Srandil. Kemudian diadakan ritual doa'a bersama yang dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga. Setelah tabur bunga selesai, para tokoh ini tak langsung membubarkan diri, namun mereka lanjutkan dengan acara ramah- tamah di mushola Gunung Srandil.

Mewakili para peziarah dan panitia Grebeg Tutup bulan Suro, Sekda Ponorogo Agus Pramonk menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir di acara ziarah makam astana Srandil.

Meskipun kegiatan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya, menurut Agus antusias masyarakat tetap tetap tinggi. Selain itu seluruh kegiatan baik ritual dan hiburan juga tetap digelar, termasuk kirab budaya yang digelar pada kamis sore 12 November 2015 dan malamnya dengan hiburan rakyat. (warok)