Sartono Hutomo Berdayakan UKM Hadapi MEA 2015

Pose bersama usai pembukaan Bimtek UKM di  Ponorogo.
PONOROGO (kotareyognews.net) - Konsistensi Anggota Komisi VI DPR RI, Sartono Hutomo patut diacungi jempol, belum genap satu pekan Sartono  mengunjungi Daerah Pemilhan Jawa timur VI (Kabupaten Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Magetan dan Ngawi), pada tanggal 13-18 November ini  Sartono beserta Tim  Pondasi Sartono Dhulur Dewe kembali melakukan terobosan serta gebrakan-gebrakan demi kesejahteraan rakyat.

Terbukti Sartono bersama tim menggandeng Kementerian Perindustrian RI yang merupakan mitra dari Komisi VI DPR RI melaksanakan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) industri pengolahan pakan ternak dan Bimtek industri berbahan dasar besi. Acara berlangsung selama 5 hari di Hotel Gajah Mada Ponorogo. 

Pada kesempatan tersebut hadir pula Djunaidi selaku Perwakilan Kepala Sub Bid IKM Wilayah II serta Nyonya Amin selaku Kasi Perindustrian Dinas Indagkop Ponorogo. Bimtek diikuti oleh 60 peserta perwakilan dari kelompok usaha se-Bumi Reyog. Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam mempersiapkan bantuan mesin pendukung industri pakan ternak dan industri berbahan dasar besi yang akan diturunkan oleh Kementerian Perindustrian RI

Pembukaan Bimtek bagi UKM di Kabupaten Ponorogo.
Djunaidi  mengharapkan setidaknya ada 10 persen  alumni Bimtek ini bisa menjadi pengusaha  dan bisa mendukung program pemerintah dalam penciptaan 1000 wirausahawan baru di tahun ini.  

Dan lebih lanjut menyiapkan pengusaha-pengusaha kita untuk siap dan mempunyai peran penting dalam MEA 2015. Karena dalam MEA tersebut indonesia akan di banjiri pekerja, barang dan juga investasi dari negara-negara tetangga. Sehingga kita secara SDM memang benar-benar harus siap menghadapinya,” papar Djunaidi.
 
Sementara itu  Sartono melalui Dyah Mentari Putri selaku Tenaga Ahli (TA) yang mewakilinya mengharapkan alumni dari Bimtek ini bisa langsung menerapkan ilmu yang didapatnya dari pelatihan selama 5 hari tersebut. 

“Karena hampir 80 persen lebih mata pencaharian masyarakat Ponorogo adalah petani dan mayoritas mempunyai ternak, masyarakat harus berfikir maju dan mengubah maind sett dari menjadikan ternak sebagai simpanan tetapi menjadikanya sebagai industri sehingga bisa bisa dioptimalkan potensinya dan bisa menjadi alternatif usaha yang menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi, apalagi bahan makanan ternak disini melimpah,” kata Dyah Mentari Putri.     

Bimtek yang diselenggarakan Tim  Pondasi Sartono Dhulur Dewe ini akan dilaksanakan di 5 Kabupaten di Dapil Jatim VII. “Mudah-mudahan para peserta yang mengikuti Bimtek ini bisa menerapkan ilmu yang diperolehnya di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya. (warok)