Seorang Siswi SMK Ponorogo Hamil 4 Bulan Gara -Gara Dicabuli Guru SMP

PONOROGO (kotareyognews.net)  - Seorang siswi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kabupaten Ponorogo, Jawa Timur hamil empat bulan gara-gara dicabuli oknum guru olahraga sebuah Madrasah. Saat dimintai pertanggungan jawab, oknum guru yang masih aktif ini malah kabur menghilang dari peredaran dan lari dari tanggung jawab.
  
Dari informasi yang didapat, korban sendiri saat ditemui di kediaman pamanya Samuri Hidayatullah di Keluarahan Keniten, Kecamatan kota, Kamis (19 /11/2015) lalu, mengatakan bahwa dirinya tak kuasa menahan rasa malu akibat peristiwa yang menyebabkan dirinya hamil 4 bulan ini. Untuk menutupi rasa malu tersebut, Mawar yng kini masih duduk di bangku sekolah kelas 11 ini terpaksa harus pergi dari rumah Sukorejo dan memutuskan untuk tinggal dirumah pamanya.
    
Menurut keluarga Mawar, pihaknya telah berusaha mendatangi rumah pelaku Baron 30' (bukan nama sebenarnya) yang diketahui beralamat di desa Dayakan kecamatan Badegan. Namun saat hendak dimintai pertanggungan jawab atas perbuatanya kepada Bunga, pelaku malah kabur dan melarikan diri entah kemana.
   
Kejadian yang menyebabkan anak pertama dari dua bersaudara pasangan alm Jadi dan Eni Sujati ini awalnya dia berkenalan dengan pelaku melalui SMS dengan dalih SMS nyasar. Pelaku sendiri mengaku bahwa saat itu belum menikah alias masih bujang.
  
Dengan berbagai tipu daya yang dilancarkan, meskipun baru kenal 4 bulan, pelaku sudah bisa membuat korban tak berdaya dan berhasil mengajak korban yang masih duduk dibangku kelas 11 SMK ini ke tempat wisata telaga Ngebel.
 
Namun sesampainya disana, bukanya menikmati panorama telaga, pelaku malah mengajak korban masuk kedalam kamar hotel yang ada disekitar telaga. Terlena dengan suasana yang jarang dialami bersama pelaku, korbanpun yang seharinya duduk dibangku sekolah ini akhirnya terpaksa harus memenuhi nafsu bejatnya Baron.
  
Lain waktu, pelaku mengajak lagi korban untuk tidur bersama tapi korban tidak mau. Tak patah akal, pelakupun mengancam korban akan membunuh dan menyebar luaskan foto mersa korban jika korban tidak mau melayani nafsu bejatnya. Akhirnya dengan terpaksa korban terpaksa harus memenuhi nafau bejat pelaku hingga beberapa kali.

” Waktu main ke Ngebel dipaksa saya tidak mau, setelah melakukan dia ngancam akan dibunuh dan foto foto saya akan diunggah di media sosial,”kata Mawar sambil menangis.
 
Sementara itu, menurut Samuri Hidayatulah paman korban mengatakan, bahwa pelakubtelah berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatanya. Tapi hingga sampai saat ini tidak ada kabar dari pelaku. Hanh phone pelaku juga tak dihubungi.

"Kalau jalan damai tidak bisa, kami akan melaporkan pelaku ke pihak berwajib, untuk meminta polisi segera mengejar dan menangkap pelaku yang sudah melarikan diri selama lebih satu bulan ini. Dia harus bertanggung jawab," ujarnya menahan amarah. (warox/mk)