Barisan Muda NU Ponorogo Turun Ke Jalan Tolak Kekerasan Atas Nama Keyakinan

Para anggota Barisan Muda NU Ponorogo tabur bunga
di makam
PONOROGO (kotareyognews.net)  - Berawal dari perselisihan yang terjadi antara seorang takmir Masjid Ibrahim,  Misman (60) dan Wawan (38) di halaman Masjid Ibrahim dukuh Kulon Desa Karanglo Lor kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo pada Senin (30/11/2015), sekitar pukul 03.30 WIB. Sehingga menyebabkan Misman yang diduga sakit Jantung dan meninggal.

Ratusan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Muda NU kabupaten Ponorogo, menggelar aksi damai turun ke jalan menentang aksi kekerasan yang mengatasnamakan  agama atau golongan, Jum'at(4/12/2015)

Ratusan pemuda ini menggelar aksi turun ke jalan dengan membagikan selebaran kepada para pengguna jalan mulai dari perempatan pasar Legi Songgolangit sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan menuju masjid Ibrahim di Desa Karanglo Lor guna melakukan sholat jum'at berjamaah, dan sholat gaib dan tahlilan, kemudian dilanjutkan dengan aksi tabur bunga di makam Pak Misman di pemakaman umum desa setempat.

Ahmad Daroini, S, IP sebagai ketua aksi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah aksi solidaritas dari generasi muda NU yang meliputi Anshor, Fatayat NU, PMII, IPNU-IPPNU, dan Banser se-Kabupaten Ponorogo dalam rangka menentang si'ar keyakinan yang mengarah kepada kekerasan.

Dari aksi tersebut, Generasi Muda NU ingin memastikan bahwa si'ar Islam yang mengarah kepada kekerasan tidak ada di Ponorogo, dan mereka ingin mengajak kepada masyarakat untuk mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin dengan santun, arif dan penuh kedamaian. 

"Aksi damai ini, kita isi dengan  kegiatan orasi dan membagi selebaran di pasar legi, dilanjutkan sholat jumat dan sholat ghoib untuk menghormati Bapak Misman di Masjid temoat kejadian. Kami menganggap Pak Misman adalah pejuang Nahdiyin dan kami teguhkan beliau sebagai pejuang Aswaja di ponorogo," terang Daroini.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa, menurutnya Misman sosok tokoh yang telah berpegang teguh dalam menegakkan ibadah ala annahiyah, yang kebetulan dia telah meninggal dunia setelah bersitegang dengan Wawan, orang yang secara ubudiyah tidak sama dengan kondisi masyarakat lingkungan Masjid Ibrahim, namun dia memaksakan kehendaknya.

Daroini juga menyampaikan bahwa dalam aksi tersebut teman-teman dari generasi Muda NU bermaksut memberikan dukungan moril dan memastikan rasa aman kepada masyarakat khususnya para jamaah masjid Ibrahim yang notabenenya Nahdiyin dalam melaksanakan ibadah,"Kami para generasi muda NU juga mengukuhkan pak Misman sebagai kader penegak Aswaja yang mana beliau selama ini giat berjuang di NU dan tetap hikmat menegakakan cara-cara ibadah ala annahdiyah,"paparnya.

Dia berharap, kejadian tersebut tak terulang kembali di bumi Ponorogo, dan mengajak seluruh umat Islam untuk mengembangkan ajaran Islam secara santun, damai sesuai dengan apa yang diajarkan  Nabi Muhammad, SAW, sehingga permasalahan seperti ini tidak melebar kemana-mana, sehingga mengakibatkan timbulnya masalah yang lebih besar.

Aksi yang diikuti oleh ratusan pemuda Nahdiyin dari seluruh wilayah kabupaten Ponorogo tersebut berlangsung mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Ponorogo, dan berjalan dengan aman tanpa anarkhi. (warok)