Kepala UPGB Bulog Ponorogo ditetapkan sebagai Tersangka Karena Selewengkan 1,3 M

PONOROGO (kotareyognews.net) - Kepala Unit Pengelolaan Gabah Beras (UPGB) di Bulog Ponorogo, Nowo Usmanto telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim.

 Nowo diduga telah menyelewengkan dana pengadaan gabah petani Rp 1,3 miliar di masa jabatannya. Penetapan tersebut setelah dilakukan penyidikan sejak pertengahan tahun lalu.

Dilansir dari situs berita Metro, Kepala Penyidikan Pidana Khusus (Kasidik Pidsus) Kejati Jatim, Dandeni Herdiana menjelaskan, bahwa penetapan tersangka merupakan hasil dari pemeriksaan saksi-saksi dan penambahan alat bukti yang didapat penyidik.

Dari sejumlah pendalaman yang dilakukan dari keterangan yang ada, pihaknya mendapati nama Nowo Usmanto sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut. "Nowo Usmanto sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Dandeni, Jumat (11/12).

Dalam kasus ini, Dandeni memastikan bahwa penyidik masih menetapkan satu orang tersangka. Namun tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang akan menyusul setelah ada dua alat bukti yang cukup. Pihaknya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sejumlah saksi. "Saksi yang pernah diperiksa, dimintai keterangannya lagi. Bedanya saat ini untuk keterangan terkait tersangka," jelas dia.

Diatara saksi itu adalah para petani dan pihak-pihak di UPGB Grupit Sub Drive Bulog Ponorogo. Selain itu, dalam waktu dekat penyidik juga akan memanggil pihak Bank BRI, karena Bank inilah yang mengurusi rekening atas kasus ini.
Dandeni juga menyatakan bahwa pihaknya juga belum berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim untuk pelaksaan audit.

     Mantan Kasi Intel Kejari Purwakarta ini mengaku masih fokus atas penyidikan. “Kami masih berencana untuk meminta bantuan BPKP Jatim dalam menghitung kerugian keuangan Negara dari kasus ini,” ungkapnya.

      Sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim mengatakan, kasus yang diduga melibatkan UPGB di Bulog Ponorogo ini, terdapat dua modus. Pertama, modusnya adalah Unit UPGB Bulog Ponorogo menerima gabah dan beras dari petani. Sayangnya, Bulog tidak membayar uang hasil panen dari petani sebesar Rp 1,3 miliar. (warok/arn/epe/beritametro)