Sistem SITUNG untuk hasil Pilkada 2015, Ini Penjelasanya

JAKARTA (kotareyognews.net) – Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) adalah sistem informasi berbasis tehnologi yang telah diluncurkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah teknologi untuk menampilkan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) secara akurat dan realtime.

SITUNG merupakan aplikasi untuk memastikan prinsip dan asas transparan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) ataupun pilkada yang dapat dijalankan dengan baik, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal hasil pilkada secara terbuka dan transparan.

Dalam proses pilkada 2015 ini, formulir yang akan dipindai adalah formulir C1 hasil penghitungan perolehan suara sah pasangan calon di tempat pemungutan suara (TPS).

Dalam proses pindai tersebut operator melakukannya dengan apa adanya tanpa memperbaiki model C1 tersebut dan jika nantinya terjadi kesalahan. Perbaikan kesalahan pada model C1 akan diperbaiki pada rapat rekapitulasi di tingkat atas atau di Kecamatan.

Adapaun jenis-jenis aplikasi di dalam SITUNG pilkada serentak 2015 terdiri dari aplikasi pindai, e-rekap  atau entri data model C1, aplikasi excel untuk formulir rekap, dan aplikasi publikasi hasil pilkada.
Seluruh proses aplikasi tersebut akan dipublikasikan melalui situs portal www.pilkada2015.kpu.go.id yang datanya akan terupdate setiap jam atau menit sejalan dengan proses entry di setiap wilayah yang menggelar pilkada 2015.

KPU berharap data pindai, entry data, dan hasil formula excel dapat masuk ke data center KPU pada sore hari setelah proses penghitungan suara di tiap TPS selesai. KPU juga menegaskan bahwa e-rekapitulasi itu adalah hasil sementara, dan bukan hasil resmi.

Husni mengatakan “bila nanti ada proses hasil penghitungan menggunakan sistem serupa berbasis teknologi secara ilegal, maka tidak perlu dipermasalahkan, karena KPU sudah punya sistem yang legal”, katanya.

Peluncuran sistem SITUNG ini disampaikan oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik, bersama komisioner Hadar Nafis Gumay, Ferry Kurniawan, dan Arief Budiman di kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, hari Senin (7/12/2015).

Jadi kesimpulanya, data yang ditayangkan di www.pilkada2015.kpu.go.id merupakan data asli dari tiap TPS tanpa ada perubahan. Semua masyarakat akan mengetahui kesalahan maupun kejanggalan yang terjadi dalam proses pemungutan suara. (warok)