Harga BBM Turun 5 Januari 2016, Pembeli di SPBU Sinduro Mengekor

PONOROGO (kotareyognews.net) -  Langkah yang diambil Pemerintah dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berdampak pada ekonomi dan aktifitas masyarakat. Pasalnya seiring dengan turunya harga BBM, beberapa SPBU banyak yang kehabisan stok dan menunggu harga baru di tanggal 5 Januari 2016.

Dampak dari hal tersebut, tampak hari ini Rabu, (06/01/2016) saat SPBU mulai buka kembali dengan harha baru, masyarakat menyerbu beramai-ramai hingga mengekor sampai hampir 500 meter. Hal ini terjadi di seluruh SPBU yang ada di Ponorogo, khususnya di SPBU Jl. Sinduro.

SPBU yang ada di Jalan Sinduro Ponorogo ini Pembeli BBM tampak mengantri sehingga para pembeli paling cepat untuk mendapatkan BBM, mereka harus antri minimal 1/4 jam.

"Ini sudah seperempat jam lebih mas ngantri, ini baru akan mendapatkan BBM," ujar warga.

ementara itu, dari data pemerintah harga BBM yang mengalami penurunan yaitu bensin Premium turun menjadi Rp 7.150 per liter dari harga semula Rp 7.300 per liter. Sedangkan harga Solar turun menjadi Rp 5.950 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.700 per liter. Perubahan harga ini berlaku mulai 5 Januari 2016.

Menteri ESDM Sudirman Said pada, Rabu (23/12), menjelaskan, bahwa perubahan harga ini mempertimbangkan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Ia menyebutkan, harga ekonomi premium semula Rp 6.950 per liter. Pemerintah memungut dana untuk ketahanan energi sekitar Rp 200 untuk Premium sehingga harganya menjadi Rp 7.150.

"Kami simpan Rp 200 per liter dari Premium untuk dipupuk jadi dana ketahanan energi untuk mengembangkan energi baru terbarukan," ujarnya.

Sementara untuk harga Solar turun menjadi Rp 5.950 per liter. Hal itu mempertimbangkan harga ke ekonomian sebesar Rp 5.650 per liter dan menambahkan dana pungutan untuk ketahanan energi Rp 300 sehingga harganya menjadi Rp 5.950 per liter.

Penurunan harga Solar yang lebih besar, mengingat Solar sebagian besar dikonsumsi untuk angkutan umum dan industri. Harga baru tersebut  berlaku pada 5 Januari 2016. (warok)