Peduli, KRP bersama Jamkrindo Serahkan Bantuan kepada 40 Pedagang Ayam

JAKARTA (kotareyognews.net) - Kabar menarik dati Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) bersama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) yang telah menggelar kegiatan sosial dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Mereka menyerahkan bantuan peralatan potong ayam kepada 40 pedagang ayam potong di Ibukota di Pasar Pulogadung, Jaktim, Kamis (14/1/2016).

Program bantuan sosial dalam rangka pengentasan kemiskinan berbasis komunitas ini diberikan kepada puluhan anggota KRP yang berprofesi sebagai pedagang ayam potong di sejumlah pasar tradisional.

“Kami menyerahkan bantuan kepada 40 pedagang ayam potong di beberapa pasar tradisional berupa peralatan seperti pisau, golok, telenan, kristal asah pisau dan baju celemek. Semoga bantuan ini akan memberi manfaat dalam menjalankan profesinya,” kata Suparno Nojeng, Wakil Ketua KRP menyerahkan bantuan di Pasar Pulogadung.

Menurutnya, para pedagang sekaligus anggota KRP yang mendapat bantuan adalah mereka berlokasi di Pasar Pulogadung, Pasar Kramat Jati, Pasar Senen, Pasar Ancol dan Pasar Minggu. Selain tempat tersebut, menurut Nojeng, pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada para pedagang ayam di tempat lain di wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, dilasir dari situs berita Post Kota, Kepala Seksi Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Pulogadung, Kusniati Odilia mengapresiasi kegiatan tersebut para tokoh Penggiat kesenian Reyog Ponotogo tersebut.

Menurutnya, program KRP itu secara tidak langsung telah mendukung kampanye pihaknya dalam memilih dan menangani daging ayam berprinsip aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

“Kita mengkampanyekan cara memilih daging yang aman tidak mengandung bahan berbahaya biologis, kimiawi, dan fisik atau bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia,” ujar Kusniati yang menyaksikan acara tersebut.

Kepada para pedagang, Kusniati mengingatkan agar daging ayam yang dijual para pedagang harus sehat serta bersih.

“Selain bersih, daging ayam juga harus utuh, tidak dikurangi atau ditambah dengan dicampur dengan bahan lain. Dan pemotongannya harus dilakukan secara halal sesuai dengan syariat agama, agat daging yang kita jual benar-benar halal," tegasnya. (waroxs)