Penambang Liar Tak Berizin Ditertibkan Satreskrim Polres Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net)  - Sat Reskrim Polres Ponorogo telah melakukan penertiban terhadap pelaku penambang liar yang tidak mengantoni izin. Upaya penegakan hukum ini dilakukan oleh jajaran Unit 4 Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo pada Sabtu (09/01/2016).

Petugas mendatangi lokasi penambangan pasir yang di duga tanpa izin operasi di dukuh Bandel, desa Kemiri, kecamatan Jenangan.

Dan benar, ternyata di lokasi tersebut Harmono (50), sebagai pemilik penambangan pasir, tidak mengantongi izin operasi.  Padahal di area penambangan tersebut terdapat alat berat berupa Excalator bahkan pada alat berat tersebut pelaku juga menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Terang saja, Harmono yang saat ini juga menjabat sebagai perangkat di desa Kemiri, kecamatan Jenangan, Ponorogo ini langsung diamankan polisi.

"Pelaku kita amankan karena telah melakukan tindakan penambangan tanpa dilengkapi ijin. Padahal dia menggunakan alat berat berupa excavator dan menggunakan BBM solar bersubsidi dalam melakukan usaha pertambangan tersebut," terang Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hasran.

Dari giat penegakan hukum terhadap pelaku penambangan pasir ilegal ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit excavator merk Komatsu warna kuning, uang tunai Rp. 4.5 jt (hasil penjualan tambang / pasir) dan 4 buah jerigen bekas tempat BBM Solar isi 35 Liter.

Sementara itu, tersangka Harmono kepada Polisi mengaku jika pada tanggal 20 Oktober 2015 telah mengajukan surat permohonan SIUP ke Dinas Perijinan Jatim, namun hingga saat ini belum ada jawaban. Namun tersangka masih nekat untuk mengoprasikan penambangan miliknya meskipun tanpa surat Izin.

Demi kepentingan penyidikan tersangka Harmono akhirnya diberi sangsi Wajib Lapor oleh Satreskrim Polres Ponorogo. Tersangka diduga telah melanggar ketentuan Pasal 158 UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba. (warok)