Antara Reyog dan Reog Jadi Polemik, Jangan Salah Tulis

PONOROGO (kotareyognews.net)  -  Kabupaten Ponorogo adalah satu - satunya daerah dimana kesenian topeng raksasa di dunia berasal. Seni Reyog ini memiliki sejarah sangat panjang. Jika kita berada di kota asli tempat Reyog ini ada, dan bertemu dengan budayawan Ponorogo serta praktisi dan pemain Reyog (Warok Ponorogo dan Korak Ponorogo), maka mereka pasti akan bilang bahwa nama yang benar adalah Reyog Ponorogo bukan Reog Ponorogo.

Memang nama REYOG pernah diganti menjadi REOG dengan alasan agar penulisan dan pengucapan sesuai dengan rumus bahasa ejaan yang disempurnakan (atau EYD). Ada juga yang mengatakan bahwa REOG disamakan dengan moto Ponorogo saat itu yaitu Resik Endah Ombar Girang Grmirang. Berarti disini kalau dicermati pengubahan kata asli yaitu Reyog menjadi Reog merupakan hasil dari kepentingan segelintir orang saja.

Keputusan ini sampai saat ini menuai protes dari kalangan budayawan baik dari Ponorogo maupun budayawan nasional, karena tidak seharusnya pemerintah atau siapapun dapat mengganti properti dari budaya asli kita.

Sampai saat ini, istilah REYOG tetap dipakai oleh orang asli Ponorogo (termasuk saya) walaupun di bagian Indonesia lainnya telah menggunakan REOG. Penggantian nama REYOG menjadi REOG merupakan  tanda ketidakmampuan pemerintah dan elit eksekutif Indonesia. Para pemimpin ini tidak menyadari pentingnya kultur dan budaya dan memperlakukan seni sebagai seni dan bukan sebagai obyek yang bisa diubah atau disesuaikan seenak “wudel’e”.

Sementara itu hal ini tidak diikuti dengan perlindungan akan budaya kita. Dapatkah anda membayangkan eksekutif mempunyai waktu dan biaya untuk mengganti kata REYOG dengan REOG, namun eksekutif hanya bersikap reaktif dan baru teriak (dan tentunya seperti biasa tidak bisa berbuat apapun) saat identitas budaya REYOG masuk dalam promosi di Malaysia saat itu.

Cobalah menanyakan teman di sekeliling anda, atau kepada putra-putri anda. Mungkin mereka akan membenarkan bahwa REOG adalah terminasi yang benar dibanding REYOG padahal yang sesungguhnya mereka anggap benar itu adalah salah. Mari kita mulai berbuat sesuatu dan membenarkan apa yang telah dibengkokkan oleh oknum eksekutif tertentu.

REYOG adalah warisan budaya dari Ponorogo, dan kami orang Ponorogo memiliki kultur dan jiwa bersama perkembangan REYOG, dan bahwa kita berdiri bersama sebagai anak bangsa Indonesia dan memelihara kultur budaya REYOG serta seluruh budaya adat daerah lain serta memperlakukan sesuai dengan kultur masing-masing, dan bukan dengan memaksakan berdasarkan budaya kita, keyakinan kita, atau persepsi yang kita anggap benar dengan mengorbankan keaslian.

Seni dan kultural beserta adat istiadatnya adalah hal yang unik, indah dan eksklusif. Seni bukan merupakan sesuatu yang bisa dipertanyakan apakah hal itu benar atau salah. Terlebih jika dilihat dari sudut pandang adat daerah lain atau dilihat sesuai dengan kepercayaan yang kita anut. Baik atau buruk, seni adalah bentuk identitas yang kita warisi dan merupakan bagian dari sejarah kita bangsa Indonesia. (warok)

Sumber: reyog.com