Dampak Truk Material Ditangkap Polisi, Komunitas Sopir Truk Datangi Kantor DPRD Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net) - Sebanyak 280 armada truk dan para pengemudinya yang tergabung dalam komunitas sopir truk Paguyuban Reyog Damai (PRD) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Jalan Aloon-aloon timur Ponorogo.

Kedatangan para sopir ini meminta DPRD bisa memberi solusi terkait masalah yang dialami para sopir truk pengangkut material yang saat ini kesulitan mendapatkan pasir. Hal itu lantaran pihak kepolisian telah melakukan penutupan di berbagai tempat penambang pasir, sehingga kebutuhan material masyarakat Ponorogo tidak terpenuhi.

Selain itu para sopir ini juga menuntut agar DPRD Ponorogo bisa membantu memberi solusi kepada salah satu rekan mereka yang ditahan Polisi. Bahkan truk yang digunakan untuk bekerja juga ikut ditahan pihak kepolisian. Hal itu disebabkan karena truk sedang mengangkut pasir dari tambang yang dinyatakan ilegal. Padahal mereka tidak tahu galian atau tambang tersebut legal atau ilegal.

"Kami menuntut agar rekan kami, termasuk truk yang mereka gunakan agar dibebeskan. Pihak sopir yang membawa pasit tidak tahu menahu terkait tambang yang legal atau yang tidak, karena disitu tidak ada tulisan yang menyatakan legal tidaknya. Setahu kami, kami hanya mencari pasir di tambang yang beroperasi,"ujar Karsono saat berorasi.

Dalam aksi damai kali ini, mereka para komunitas sopir ini juga membawa ratusan truk yang sejak pagi berkumpul di jalan Suromenggolo, kemudian dilanjutkan melakukan orasi di depan Gedung DPRD Ponorogo. Sepanjang jalan aloon-aloon timur tampak macet total karena dipenuhi ratusan truk dan terpaksa ditutup oleh pihak Kepolisian.

Para sopir sopir ini berorasi secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka. Selain itu, mereka juga  membawa puluhan poster yang intinya meminta para pejabat pemerintah dan DPRD, untuk memperhatikan nasib sopir truck pengangkut pasir.

Saat ini rata-rata dari mereka tidak bekerja kerena karena banyak razia tambang pasir dan truk pengangkut pasir yang tidak tau apa-apa juga sempat diamankan polisi.

"Kami minta ada solusi dari pihak pemangku kebijakan Kalau ditutup, kami makan apa, anak istri di rumah mau makan apa, padahal jelas dump truck tersebut dibeli dengan cara mengangsur, apalagi ada yang ditahan padahal kami tidak tau apa-apa ” teriak Karsono dalam orasinya.

Setelah puas berorasi, perwakilan ratusan sopir ini langsung ditemui para Wakil Rakyat dan sejumlah Kepala Dinas terkait. Mereka juga mengeluhkan tentang penangkapan penahanan truk yang mengakut pasir dari tambang illegal. Padahal para sopir tidak tahu sama sekali tambang tersebut resmi atau tidak.

"Pak Dewan, kami para sopir ini tidak tahu sama sekali soal tambang pasir itu legal atau tidak. Kami hanya mencari sesuap nasi, tapi truk kami telah ditahan polisi, padahal kami butuh untuk bekerja. Kami minta Pak Dewan bisa memberi solusi dan kami bisa bekerja untuk menghidupi keluarga," terangnya. (warok)