DPRD Ponorogo Terus Upaya Bebaskan Rita Dari Hukuman Pancung

PONOROGO (kotareyognews.net) - Tiga anggota DPRD Ponorogo berangkat ke Malaysia, Rabu (26/02/2016) guna mendampingi orang tua Rita yang menjalani persidangan pada

Keberangkatan anggota Dewan ini sebagai upaya untuk memperjuangkan nasib Rita Krisdiyanti, mantan TKW asal desa Gabel, kecamatan Kauman Sumoroto dari ancaman hukum pancung pihak diraja Malaysia.

Rita sendiri saat ini ditahan di Rutan Pinang Malaysia, atas tuduhan dan dugaan kepemilikan sabu sabu seberat 4 kilogram, padahal menurut pengakuanya dia sendiri tidak tahu sama sekali terkait barang titipan rekanya itu.

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net tiga anggota DPRD Ponorogo yang terdiri dari, Ali Mufti ketua DPRD, Miseri Efendi, Wakil Ketua DPRD, serta Ribut Riyanto Anggota Komisi A sekaligus mantan Ketua  Ikatan Alamuni Trainee Jepang (IKAT), pada Rabu (25/02/16) berangkat ke Malaysia mendampingi Poniyati serta keluarga untuk menghadiri Persidangan Rita dengan agenda putus di Pengadilan Pinang Malaysia.

“ Besar harapan kita agar Rita bisa terbebas dari segala tuduhan, minimal bebas dari hukuman pancung karena jika dilihat kronologinya pahlawan devisa tersebut tidak bersalah dan kemungkinan besar hanya menjadi korban dari jaringan pengedar narkoba” terang Ali Mufti,

Dalam rangka memberangkatkan dan mendampingi orang tua Rita ini, Ali mengatakan bahwa biaya yang digunakan tidak berasal dari APBD, melainkan dari kantong pribadi urunan dari para wakil rakyat.

Sementara itu, Ribut Riyanto Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ponorogo, juga telah menyiapkan sejumlah berkas yang di butuhkan pihak Kemenlu dalam upaya membantu proses hukum Rita Krisdiyanti.

“Kita siapkan sejumlah berkas termasuk keperluan Rita selama menghuni rumah tahanan di Pinang Malaysia, kita berharap pada masyarakat luas untuk membantu dengan doa agar Rita bebas dari jeratan hukum yang sedang dialami Rita, pungkas Ribut Politisi muda dari PKS. (waroxs)