Pameran Foto II Komunitas Wartawan Ponorogo Resmi Dihelat

PONOROGO (kotareyognews.net) - Setelah tahun lalu Komunitas Wartawan Ponorogo (KWP) sukses memggelar pameran foto jurnalistik yang ke -1, Tahun ini sebagai puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 70 di  Kabupaten Ponorogo, Jatim, KWP kembali gelar pameran foto jurnalist ke-2, di PCC Mall Ponorogo, Selasa (09/02/2016).

Ditandai dengan acara tasyakuran secara sederhana, panitia HPN ke 70 Komunitas Wartawan Ponorogo (KWP) sengaja mengundang Bupati-Wakil Bupati Ponorogo terpilih, yaitu Ipong Muchlissoni-Soedjarno untuk membuka pameran foto tersebut.

Para kuli tinta dan pengunjung tampak antusias mengikuti pembukaan pameran foto tersebut. Tampak benerapa insan pers dan panitia juga menyajikan hiburan dengan menyanyi diiringi elektone.

Pada kesempatan tersebut Ipong didaulat untuk memotong tumpeng HPN ke 70 KWP yang diserahkan kepada Ketua Panitia HPN ke 70 KWP, Muh Nurcholis. Usai potong tumpeng, Ipong langsung membuka pameran fotographi di Hall PCC Mall.

Menurut Muh Nurcholis, pameran diikuti oleh para pelajar, mahasiswa, elemen masyarakat, umum dan juga para jurnalis di Kabupaten Ponorogo.

"Alhamdulilah tahun ini, kami bisa mengadakan lagi pameran fotographi," ungkap Cholis.

Lebih lanjut dia menambahkan pameran foto berlangsung selama 2 hari, 9-10 Februari. "Selain pameran foto, kami juga menggelar panggung hiburan, fashion show dan Live Musik di PCC Mall ini," paparnya.

Pameran foto yang mengambil tema 'Merekam Ponorogo Dalam Peristiwa' tersebut membuat pengunjung PCC Mall betah.

"Kami berharap para penghobi fotographi bisa memberi kontribusi bagi kemajuan Bumi Reyog melalui foto yang diambil dari berbagai momen yang berlangsung di Ponorogo," tambahnya.

Disela-sela acara, Bupati Ipong mengucapkan selamat HPN ke 70 kepada para insan pers. Ipong juga berpesan agar insan pers tetap seperti angin, netral dan selalu mewartakan sesuai fakta.

"Pers harus seperti angin agar pers nggak ada matinya karena selalu menyuarakan yang sebenarnya," jelasnya.

Disamping itu, Ipong juga berharap pers di Ponorogo mengawal pelaksanaan UU Desa karena APBN sudah memberikan anggaran lebih bagi pembangunan desa.

"Pers juga harus menjadi pengontrol dalam pelaksanaan UU Desa agar pelaksanaannya tak menyimpang dan sesuai aturan yang ada, inilah fungsi pers ditunggu dalam pelaksanaan UU Desa tersebut," pungkasnya.