S. Nojeng: KRP Akan Terus Berjuang Besarkan Ponorogo dan Seni Reyog

PONOROGO (kotareyognews.net) - Wakil Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) baru-baru ini menyempatkan diri pulang ke bumi kelahiran Ponorogo. Selain ingin bertemu dengan para penggiaat reyog di Ponorogo, tiga punggawa KRP ini juga ingin membentuk kepengurusan KRP di Ponorogo..

Rencana pembentukan cabang KRP Ponorogo itu muncul setelah menggelar pertemuan dengan para penggiat reyog dan seniman reyog yang selama ini turut membesarkan KRP di Jakarta. Sedangkan pertemuan tersebut digelar di salah satu rumah makan di jalan Juanda Ponorogo. Sabtu malam (26/2/2016) kemarin.

Dikatakan Suyatno, KRP sendiri yang sebenarnya sudah terbentuk sejak beberapa tahun lamanya itu, merupakan komunitas penggiat seni reyog yang mempunyai tujuan untuk membesarkan kesenian Ponorogo.

"KRP membesarkan Reyog sebagai penghargaan kita kepada tanah kelahiran, dan kita akan terus megaungkan Reyog di ibu kota, sudah sepantasnyalah jika kita ingin membentuk sebuah pengurus cabang kusus di Ponorogo ini, walau kantor atau pusat KRP ini ada di Jakarta," terang Suyatno, Ketua KRP.

Selanjutnya Suyatno menambahkan bahwa pembentukan pengurus KRP ini secepatnya akan segera dibentuk, agar kegiatan KRP dalam lebih mengenalkan dan melestarikan seni reyog akan semakin mudah. Karena bagaimanapun juga, setiap program dan acara KRP tentunya akan bisa disingkronkan antara pusat Jakarta dengan pusat kota asalnya kabupaten Ponorogo.

"Walau sebetulnya selama ini juga sudah selalu ada komunikasi dan koordinasi antara Jakarta dan Ponorogo. Kalau pengurus resminya juga ada disini kan lebih enak dan mudah," tambah Suyatno.

Hal senada dikatakan wakil ketua KRP, S Nojeng, menuritnya saat ini KRP Jakarta sudah banyak sekali melakukan kegiatan dan program dalam rangka lebih mempopulerkan seni reyog. KRP terus melakukan lobi ke beberapa instansi terkait di Jakarta hingga pemerintah provinsi DKI dan kementrian.

Dimana dari hasil kerja KRP saat ini berhasil melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai instansi dan ikut mendukung program pemerintah.

"Kemarin kita sudah bisa menjadi duta anti narkoba, sekaligus mengangkat Bapak Budi Waseso sebagai penasehat KRP, dan yang terkini dari lobi itu, KRP mulai bulan ini juga mendapatkan kontrak kerjasama untuk selalu tampil di Car Free Day tiap minggu," paparnya.

Dalam kesempatan itu, S.Nojeng juga sedikit menyinggung soal kegiatan KRP terhadap Linda. Peserta DA3 Indosiar yang dari Ponorogo dan sampai saat ini terus sukses melaju ke babak final.

Disampaikan bahwa itu salah satu bentuk kegiatan dan program KRP dalam misi mengangkat dan menduniakan seni Reyog kabupaten Ponorogo itu sendiri.

"Kita tidak ingin nebeng pingin tenar atau ada maksud lain soal dukungan kita kepada linda ini. Kita murni tergerak karena dengan adanya Linda ini membawa nama besar Ponorogo dan reyog makin dikenal," tegasnya.

Ia tidak menampik bahwa ada pihak-pihak tertentu yang kayaknya berkomentar miring soal itu. Da berharap agar isyu miring itu segera hilang dengan penjelasan ini. Dia berharap masyarakat ponorogo untuk bersatu ikut membesarkan Ponorogo termasuk dari hal kecil dengan mendukung Linda Ponorogo. (warok)