Syahdu, Dua Orang Narapidana Menikah di Rutan Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net) - Inilah kisah hidup anak manusia, bermacam macam jalanya dan bagaikan panggung sandiwara. Betapa tidak, dua orang insan yang menjalin cinta sejak setahun lalu ini Rustan dan Dinda warga berlainan kabupaten telah dipertemukan cintanya dibalik jeruji besi yang mengekangnya.

Dua Narapidana ini Pria asal Madiun yang terjerat kasus pidana akibat telah melakukan penrampasan dengan kekerasan sehingga terpaksa dia harus singgah  selama 7 tahun 9 bulan. Sedangkan Adinda, adalah Napi asal Ponorogo yang juga harus menfdekam di dalam kurungan selama 4 tqhun.

Namun justru jeruji besi ini menjadi kisah perjalanan cinta mereka berdua, sehingga setelah menjalin cinta selama setahun akhirnya mereka melangsungkan pernikaan di Rutan kelas II B Ponorogo ini, kemarin Rabu (10/02/2016).

"Bagaimanapun keadaanya, kami seneng banget bisa menikah, walaupun di dalam rutan, walaupun di balik jeruji besi kita seneng banget. Tidak mengurangi rasa kita, tidak mengurangi kebahagiaan kita,”kata Adinda.

Awal mula perkenalan dua sejoli ini saat tanpa kesengajaan keduanya sama-sama berada di ruang telekomunikasi milik rutan. Dan dari pertemuan yang tidak sengaja inilah, timbulah benih-benih cinta di hati kedua insan ini.

Setelah sekitar satu tahun menjalin kasih dan merasa cocok satu sama lain, sepasang anak manusia yang dirundung asmara ini pun sepakat saling memantapkan hati untuk meneruskan hubungan ke pelaminan.

"kami pacaran hampir satu tahun, walaupun di mana pun tempatnya, tidak akan menghalangi rasa kita berdua," lanjut perempuan yang terjerat kasus narkoba ini.

Senada dengan sang istri, Rustan, juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dirinya pun berharap, ini adalah pernikahan terakhir mereka. Sebelumnya sama-sama pernah menikah namun sudah bercerai. Dan setelah bebas nantinya, dia sepakat dengan sang istri untuk memulai hidup baru yang lebih baik.

"Mungkin bisa kami bisa menata masadepan yang lebih baik, dan menjadi keluarga yang sakinah" katanya.
.
Dalam akad nikah yang digelar di rutan Ponorogo ini sama seperti pernikahan pada umumnya yang dipimpin Much Irchamni selaku penghulu dari KUA dan dihadiri keluarga kedua mempelai menyaksikan prosesi akad nikah yang dilangsungkan di ruang aula rutan kelas II B Ponorogo, sedangkan sebagai saksi dalam akad nikah adalah rekan sesama narapidana.

Sementara itu, Kepala Pelayanan Rutan Ponorogo, Wahyu Dita Putranto mengatakan bahwa dilangsungkan prosesi akad nikah, kedua calon pengantin diberi arahan oleh pihak rutan. Mereka diberi pengetrian dan telah menyetujui peraturan sesuai Undang-undang.

 Meskipun sudah menikah, lanjut Wahyu,  mereka tetap tidak bisa bertemu setiap waktu dan harus melalui prosedur dan peraturan yang ada.

"Ya misalnya kalau ada kunjungan dari kedua keluarga mereka bisa sama- sama bertemu di ruang kunjungan," terangnya.

Menurut Wahyu, sesuai aturan, tidak ada fasilitas khusus atau kelonggaran aturan untuk menjalankan kewajiban sebagai sepasang suami istri selama menjalani sisa masa tahanan. Namun kalau melangsungkan pernikaan masih bisa.

"Kalau untuk melangsungkan akad nikah kita hanya bisa memfasilitasi, kalau untuk yang setelahnya ya  ditahan dulu. Memang aturannya belum ada untuk hal tersebut, ini sudah konsekuensi  dan kedua mempelai sudah paham dengan konskwensi ini," jelasnya. (waroxs)