Yang Dapat Proyek Selalu Setor Fee, Termasuk PT. DGI Yang Bangun RSUD Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net) - Bekas Marketing PT Anugrah Nusantara Clara Mauren menyebut adanya setoran fee yang diterima dari perusahaan lain. Fee tersebut diterima karena perusahaan milik PT Nazaruddin membantu mendapatkan proyek pemerintah.

"Kan dikasih pekerjaan sama Anugrah. Bu Rosa (Mindo Rosalina Manulang) sudah punya pekerjaan, jadi Bu Rosa yang kasih ini kemana-mana (perusahaan lain). Yang (proyek) di luar kualifikasi Anugrah biasanya perusahaan kasih fee ke kantor," ujar Clara bersaksi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jl Bungur Besar, Jakpus, Rabu (3/2/2016) seperti dikutip di situs detik.com.

Clara membenarkan PT Anugrah menerima fee dari sejumlah perusahaan di antaranya PT DGI, PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya saat dikonfirmasi Jaksa pada KPK.

"(Fee) kurang lebih 20 persen," sebutnya.

Fee ini menurut Clara diminta langsung oleh Nazar, bos Anugrah Nusantara. "Fee atas permintaan siapa?" tanya Jaksa. "Pak Nazar," jawab Clara.

Nazar menurut Clara selalu mengontrol progress pelaksanaan proyek yang dipegang Anugrah dan anak perusahaannya. Seluruh proyek pemerintah yang sudah disiapkan anggarannya selalu dipantau Mindo Rosalina Manulang.

"Nanti Bu Rosa bagi pekerjaan saya apa saja, universitas apa saja, nanti bicara dengan usernya," imbuhnya.

Clara sendiri ditugaskan menyiapkan segala kebutuhan terkait proyek pengadaan di rumah sakit.

"Keuntungan rata-rata 40 persen. Keuntungan kita harus negosiasi dengan vendor, jadi kita dapat diskon dari vendor dalam pengadaan alat-alat,"papar Clara menyebut hasil keuntungan tersebut langsung masuk ke kas PT Anugrah Nusantara.

Muhammad Nazaruddin didakwa menerima 19 lembar cek senilai Rp 23,119 miliar dari PT Duta Graha Indah dan uang tunai Rp 17,250 miliar dari PT Nindya Karya.

Pemberian-pemberian ini merupakan imbalan (fee) karena Nazaruddin mengupayakan PT DGI dalam mendapatkan beberapa proyek pemerintah tahun 2010 yaitu proyek pembangunan gedung di Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Jambi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya tahap 3, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Darmasraya, gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, Paviliun RS Adam Malik Medan, RS Inspeksi Tropis Surabaya, RSUD Ponorogo.

Serta imbalan karena Nazaruddin sudah mengupayakan PT Nindya Karya dalam mendapatkan proyek pembangunan Rating School Aceh serta Universitas Brawijaya tahun 2010. (waroxs/detik)