Bayi Malang Ditemukan Dipinggir Hutan Wilayah Sambit

PONOROGO (kotareyognews.net)- Biadab, itu gelar yang pantas diberikan kepada orang tua yang tega membuang bayi yang merupakan darah dagingnya di pinggir hutan desa Bancangan, kecamatan Sambit, Selasa pagi (01/03/2016).

Penemuan bayi mungil tak berdosa ini berawal saat Pathok yang lagi melintas di bukit tengger merasa curiga ada suara bayi dan ada bungkusan tergeletak di bawah pohon. Setelah didekati ternyata barang mencurigakan tersebut adalah bayi yang dibungkus dengan kain.

"Tadi saya mau kesawah dan mendengar suara bayi, trus saya cari dan ternyata bayi beneran dibungkus kain dan plastik, disampingnya ada plastik pembungkus ari-ari," terang Pathok.
Mengetahui hal itu, Pathokpun kaget dan langsung memanggil tetangganya Suyudi (40). Merekapun langsung melaporkan penemuan bayi tersebut kepada kamituwo Tengger Djaenal Arifin.

Tak menunggu lama, Djaenal langsung melaporkan penemuan bayi tersebut ke Polsek Sambit. Sementara itu Supri bersama kedua rekanya Pathok dan Suyudi langsung membawa sang bayi kerumah Bidan desa Ika untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut berjenis kelamin laki - laki dengan, berat 2,4 kg, panjang 42 cm. Kondisi bayi saat ditemukan dalam keadaan sehat. Antara ari-ari dan pusat sudah dipotong, namun bekas pusat belum ditutup.

Bayi malang ini berada di puskesmas Sambit untuk diadakan untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Masih belum diketaahui siapa ibu dan ayah dari sang bayi. (waroxs)