Gantung Diri di Pohon Ketela, Nenek di Ponorogo Meninggal

PONOROGO (kotareyognews.net) - Seorang Nenek di Ngebel, kabupaten Ponorogo tewas gantung diri di pohon ketela. Mungkin ini terdengar lucu, namun itulah kenyataan nenek WJ (75) yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Pohon ketela yang dipakai nenek WJ ini bukan sembarang pohon ketela seperti yang kita bayangkan. Tapi pohon ketela karet atau sering orang jawa mengatakan telo tahun yang memiliki dahan yang cukup besar.

Itulah sebabnya sang nenek yang diketahui warga Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, kabupaten Ponorogo. Dia diketahui telah tewas dalam keadaan gantung diri di pohon ketela karet disamping kanan rumah tempat tinggalnya pada, Sabtu (05/03/2016).

Nenek tua ini gantung diri dengan menggunakan kain centhing (stagen). Dia ditemukan pertama kali oleh anaknya yang yang tinggal serumah denganya yang bernama Suti (35).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, sebelum kejadian tersebut, malam harinya mereka sempat tidur bersama. Namun ketika sang anak bangun tidur di pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB korban sudah tidak ada ditempat tidur.

Dia mengira ibunya telah bangun duluan karena dia lihat tak ada orang sisampingnya. Dia mulai keluar dan mencari sang ibu setelah dia tidak mendengar ibunya kembali atau tak ada suara membangunkannya, sang anakpun keluar rumah dan mencoba mencarinya.

Setelah beberapa saat mencari akhirnya Suti menemukan orangtuanya menggantung di pohon ketela karet yang berada disamping kanan rumahnya.

Diapun langsung minta tolong, dan tak lama kemudian terangga dekat berdatangan. Saat mengetahui kejadian tersebut beberapa tetangga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada puhak Polsek Ngebel.

Tak berapa lama, mendapatkan laporan dari warga, pihak kepolisian langsung mendatangi TKP dan dibantu para tetangganya menurunkan jenazah korban yang masih menggantung.

"Tidak ditemukan penganiayaan di tubuh korban. Korban dinyakan murni bunuh diri," terang Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi.

Setelah menjalani pemeriksaan luar, jenazah korban akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(warok)