Ina Si Nononk Korban Sakit Hati, Saat Ini Dia Sudah Menikah dan Bukan Anak SD Lagi

PONOROGO (kotareyognews.net) - Munculnya gambar anak bau kencur yang sedang berbalut selimut dengan kekasihnya sempat menghebohkan dunia maya. Di Ponorogo sendiri foto yang diberi nama Ina Si Nononk tersebut juga sempat menjadi tranding topic di media sosial (medsos) Facebook.

Netizen sempat heboh. Hujatan dan cercaan muncul dari komentator yang melihat foto yang dishere seorang netizen. Hal itu jelas dan wajar karena dalam foto tersebut menggambarkan dua orang anak ingusan yang berada diranjang tanpa busana dan hanya mengenakan selimut.

"Inilah tanda kerisakan zaman dan kegagalan pendidikan di Indonesia," kata seorang komentator menanggapi foto Ina Si Nononk.

Mengetahui hal tersebut, tim Kota Reyog News mencoba menggali informasi daro berbagai situs. Alhasil, tim menemukan sejumlah data. Dari data tersebut menunjukkan bahwa kejadian tersebut berawal dari dua kata yaitu 'Sakit Hati'

Ternyata para netizen selama ini telah salah sangka, akun facebook yang bernama Ina Si Nononk itu bukan akun asli sari pemiliknya. Dan akun tersebut merupakan akun pemilik yang telah dibobol orang yang saat ini mengendalikan akunt tersebut.

Akun aslin pemilik sebelumya bernama Dinda Meilandary. Dan saat ini si pemilik telah membuat akun asli yang bernama Dinda Meilandary.

Dan yang lebuh mengejutkan, ternyata Gadis yang bernama Dinda ini telah menikah. Sekarang gadis ini sudah menjalin rumah tangga dan sudah memiliki seorang momongan. Mungkin akun yang bernama Ina Si Nononk tersebut bukan akun dia, melainkan akun dikendalikan orang yang benci terhadap Dinda.

Selama ini para netizen telah salah sangka terhadap gadis ini. Ternyata akun yang bernama Ina Si Nonok adalah akun milik mantannya. Nih kesaksian dinda.

Dan netizen mengira dinda masih di bawah umur, ternyata sudah nikah punya anak.  Sebaiknya kita jangan langsung menilai orang itu buruk atau baik. Karena terkadang hal tersebut bukan sebuah kebenaran.

Meski demikian kami kotareyognews.net terus memantau perkembangan kasus ini. Bagaimanapun beredarnya foto tersebut menjadi ganjalan tersendiri bagi oran tua dan masa depan Bangsa ini.

Kita sebagai orang tua harus lebih waspada terhadap anak-anak kita. Apalagi saat ini dunia maya berkembang pesat dan menjadi kebutuhan manusia. Bagi orang yang sudah dewasa mungkin tidak begitu berdampak negatif, namun bagi anak-anak yang masih dalam usia pubertas ini harus diwaspadai. Rata-rata mereka belum memiliki filter untuk menyaring mana yang positif dan yang negatif. (waroxs)