Jenazah TKI Korea Asal Gupolo Ponorogo, Besuk Minggu Baru Tiba Dirumah Duka

PONOROGO (kotareyognews.net) - Didik Setiawan, warga desa Gupolo kecamatan Babadan Ponorogo, yang meninggal di Korea Selatan, Senin (29/02), akibat ledakan tangki gas dikabarkan baru bisa tiba dirumah duka Desa Gupolo pada besuk hari Minggu siang.

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan dari laman terasjatim, mengatakan pihak telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan jenazah korban dapat dipulangkan secepat mungkin.

"Kami akan bantu memfasilitasi termasuk untuk mengurus hak-haknya sebagai Tenaga Kerja Indonesia.” terang Sumani Kepala Dinsosnakertrans Ponorogo.

Dikabarkan Didik bekerja di perusahaan Hanguk Sobang di daerah Sunseo distrik Gun-ui provinsi Gyeongbuk Korea Selatan. Dia mengalami kecelakaan terjadi karena gas tholuen yang ada di dalam tangki terkena percikan api saat pengelasan untuk perbaikan tangki meledak.

Ledakan tersebut terjadi pada sekitar pukul 17.00 waktu setempat (29/02). Saat kecelakaan terjadi, ada 9 TKI yang bekerja di perusahaan tersebut.

Satu orang yakni Didik Setiawan meninggal, sementara Dwi Mulyono asal Malang dan Hari Subagyo dari Balong Ponorogo mengalami luka-luka, sedangkan 6 WNI lainnya selamat.

"Jenazah Didik dijadwalkan tiba di rumah duka Minggu siang. Jenazah suda berangkat dari Korea dan keluarga terus menunggu perkembangan kabar dari KBRI dan LP3TKI Surabaya,” tutur Hasim seperti dikutip laman terasjatim.

Didik merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Adiknya juga ikut bekerja di Korea Selatan.
Didik meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang baru berumur 7 bulan.

“Dia berangkat melalui program G to G dan baru sembilan bulan bekerja. Namun nasib berkata lain. Padahal ayahnya juga baru meninggal belum ada 100 harinya,” imbuh Hasim.(waroxs)