Kantor Imigrasi Kelas III Ponorogo, Deportasi WNA Pakistan Meskipun Telah Jadi Suami WNI.

PONOROGO (kotareyognews.net)- Meskipun telah menjadi suami Nadya AsharohWindarti warga jalan Parikesit Ponorogo, Muhammad Imran Tetap Dideportasi ke negara asalnya Pakistan. Selasa (29/03/2016)

Menurut kepala Kantor Imigrasi kelas III Ponorogo Najarudin Syafaat,  Muhammad Imran (28) diketahui berstatus sebagai Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan. Dia telah melanggar pasal 78 (ayat 3) Undang Undang No. 06 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu pelanggaran Over Stay lebih dari 60 hari.

"Muhammad Imran ke Ponorogo berkunjung kerumah istrinya Nadya Asharoh Windarti, warga jalan Patikesit Ponorogo," terangnya.

Sedangakan Muhammad Imran sendiri lanjut Najarudin, diketahui ke Ponorogo merupakan kunjungan ke tiga. Dia sendiri mendapat izin dari kantor Imigrasi kelas II Madiun sejak tanggal 30 April hingga 03 Juni 2015.

"Saat ini dia telah Over Stay 268 hari, terhitung sejak tanggak 03 Juni 2015, hingga 15 Maret 2016 kemarin," terang Najarudin.

Diketahui, saat ini Muhammad Imran adalah istri Nadya Asharoh Windarti warga Jalan Parikesi, Ponorogo. Dia kenal dengan istrinya di Hongkong, dan menikah di Pakistan.

Dari hasil pernikaanya, mereka telah dikaruniai dua orang anak Muhammad Huzaifa berumur lima tahun dan Aleeza yang saat ini baru berumur tiga tahun dan diketahui kedua putra pasangan Muhammad Imran dan Nadya. AW ini telah didaftarkan sebagai pemegang dwi kewarga negaraan (Afidavit).

"Istrinya Nadya Asharoh Windarti ini adalah seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong. Mereka melangsungkan pernikaan di Pakistan dan anaknya lahir di Pakistan dan sudah didaftarkan di kedutaan Indonesia di Pakistan," papar Najarudin.

Selanjutnya, Muhammad Imran beserta dua anaknya rencananya akan dideportasi pada, Selasa (29/03/2016) melalui Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Tangerang Banten. (warok)