Kantor Perwakilan Provinsi Jatim di Jakarta Gelar Pelatihan Kesenian Reyog Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net) - Pelatihan kesenian Reyog Ponorogo digelar oleh Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur di Jakarta. Dalam kegiatan ini diikuti sedikitnya 200 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Menurut informasi yang diterima kotareyognews.net dari pengurus Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) di Jakarta, pelatihan tersebut akan berlangsung selama dua hari mulai tanggal 25 hingga 26 Maret 2016.

Dalam pelatihan ini, untuk mberikan materi kepada para peserta pelatihan, pihak kantor perwakilan Provinsi Jatim mengundang pelatih langsung dari Ponorogo Jawa Timur, yaitu Gatot Eko Triono dan Sukamto.

Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Azhari Abubakar mengatakan bahwa pelatihan kesenian Reyog Ponorogo harus terus dilakukan dan dikembangkan khususnya di wilayah Jabodetabek. Ini demi terus mengembangkan kesenian warisan leluhur yang tak ada duanya di dunia ini.

"Sebagai bentuk pengembangan kesenian Reyog Ponorogo, pada pelatihan kali ini difokuskan untuk penari Jathil dan penari Warok," kata Azhari dalam sambutan pembukaannya di di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Jum'at (25/03/2016).

Setelah pelatihan kesenian Reyog Ponorogo ini lanjut Azhari, akan direncanakan menyelanggarakan Kompetisi Reyog Mini se-Jabodetabek yang agendanya digelar pada bulan Oktober 2016 nanti.

"Peserta Kompetisi Reyog Ponorogo nantinya terdiri dari para pelajar sehingga dinamakan Reyog Mini. Ini demi mengembangkan sekaligus menanamkan kepada para putra-putri kota untuk lebih mencintai budaya sendiri," tambah Azhari.

Sementara itu Ketua Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Suyatno menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur yang telah menyelenggarakan pelatihan kesenian Reyog Ponorogo. Bahkan dalam pelatihan tersebut juga mengirim peserta sebanyak 51 orang dari pelajar dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

"Kami berharap pelatihan semacam ini perlu diteruskan dengan durasi yang lebih panjang. Ini merupakan bagian dari upaya memajukan dan pelestarian seni pertunjukan Reyog Ponorogo," ujar Suyatno.

Lebih lanjut, Suyatno mengatakan bahwa pihaknya selaku pelestari budaya khususnya Reyog Ponorogo akan mendukung sepenuhnya program-program pemerintah terkait pelestarian dan pengembangan Seni Reyog Ponorogo.

"Kami para pengurus dan anggota Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) sudah berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan Seni Reyog Ponorogo. Dengan harapan Reyog Ponorogo segera mendapatkan pengakuan di dunia Internasional. Kami bangga menjadi bagian dari seniman dan pelestari budaya Seni Reyog Ponorogo," tegasnya.(warok)