Mabuk, Sedan Merah Tabrak Marka Jalan Depan Kintamani Ponorogo, Tiga Orang Tewas

PONOROGO (kotareyognews.net)- Mabuk, karaoke, dan dugem memang menjadi kesukaan pemuda jaman sekarang. Tapi naas apa yang dialami enam orang yang mengendarai mobil sedan warna merah ini. Mobil yang mereka tumpangi menabrak marka jalan di depan Kintamani Jeruksing Ponorogo hingga hancur,Minggu dini hari (13/03/2016).

Informasi yang berhasil dihimpun Kota Reyog News, kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Sebuah mobil jenis sedan berwarna merah nopol AE 1273 SB yang ditumpangi oleh 6 orang melaju dengan kencang dari arah Jabung.

Menurut saksi di TKP, sesampainya di perempatan pasar Siman mobil sempat oleng dan akan menabrak pengendara motor. Dan pengemudi mobil  yang diduga sedang dalam pengaruh alkohol sempat  mengupat kepada seorang pengendara sepeda motor yang akan ketabrak.

"Tadi sempat ramai-ramai di perempatan Siman sedang memarahi pengendara motor yang akan ketabrak," terang warga setempat.

Usai marah marah, mobil kembali melaju kencang ke arah utara. Namun sesampainya di TKP tiba tiba terdengar suara diar!! Dan ternyata sedan merah yang ditumpangi enam orang tersebut menghantam marka di utara jembatan dengan keras.

"Mungkin karena mabuk dia lupa, bahwa setelah jembatan dekat Kintamani selatan perempatan Jeruksing jalan melebar dan dipisah menjadi dua arah, sehingga mobil ini tetap melaju di tengah jalan tepat marka pembatas," terang saksi mata di TKP.

Akibat tabrakan tunggal tersebut, bagian mesin mobil sempat sempat mengeluarkan percikan api. Beruntung tidak menjalar karena warga di sekitar lokasi langsung memadamkan api.

Dari kecelakan ini enam orang penumpang terkapar, dua orang penumpang tewas seketika di TKP, satu orang tewas di RSU, dan tiga korban lainya mengalami luka yang cukup parah.

"Tadi juga ada yang terjepit body mobil, sehingga petugas sempat kesulitan melakukan evakwasi korban," terang Lulud.

Menurut saksi lainya, korban enam orang pengendara mobil sedan merah tersebut usai karaoke dan mabuk-mabukan di HBI. Mereka nekat mengendarai mobil meski sedang dalam kondisi mabuk berat. "Akhirnya itulah hasilnya," ucap warga.

Atas kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kota para pengguna jalan, serta para generasi muda. Hidup foya-foya dengan karaoka dan menenggah minuman keras meman asik. Namun semua dilarang agama, dan resikonya juga tinggi, apalagi jika kita mengendarai kendaraan bermotor dalam keadaan mabuk.

Ingat..! Hati hati dan tetap waspada. Sayangi diri, teman, lingkungan sekitar dan keluarga. Dirumah mereka selalu menati kepulangan kita. (warok)