Mengejutkan, Masih Ada PSK Yang Beroperasi di Kedungbanteng

PONOROGO (kotareyognews.net), - Ditutupnya lokalisasi Kedungbanteng Ponorogo pada 08 Juni 2015 silam, rupanya tidak selesai begitu saja. Pasalnya beberapa PSK ternyata masih nekat buka praktik prostitusi, di bekas lokalisasi Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, kabupaten Ponorogo ini.

Hal itu dikatakan ketua komisi D DPRD Ponorogo Ubahil Islam saat melakukan Inpeksi mendadak (Sidak) di exs lokalisasi terbesar di karesidenan Madiun, Jumat (18/03/2016).

Ubahil mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan Sidak karena kabar yang diterima pihak komisi D DPRD Ponorogo tentang munculnya kembali prostitusi ilegal di exs Lokalisasi Kedungbanteng tersebut mulai meresahkan warga. Pihaknya tak mau kecolongan, karena lokalisasi kedungbanteng telah resmi ditutup dan tak ada ijin bagi PSK untuk melakukan praktik prostitusi di tempat tersebut.

Dalam sidak kali ini, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Ponorogo Ubahil Islam mengatakan bahwa pihaknya menemukan belasan PSK yang masih membuka praktik prostitusi. Bahkan beberapa wakil rakyat yang datang ke tempat eks lokalisasi tersebut juga menemukan beberapa alat pengaman sex (kondom) yang baru saja digunakan. Bahkan mereka juga menemukan obat obatan penambah stamina sexual.

“ Ini parah sekali, dari dua kali kita melakukan sidak masih ditemukan belasan pekerja Seks Komersial (PSK) yang masih beroperasi meski Kedungbanteng telah resmi ditutup,” ujarnya.

Pihaknya Komisi D DPRD Ponorogo menduga bahwa masih beroperasinya lokalisasi Kedung Banteng, yang berada di pojok Kecamatan Sukorejo tersebut karena  ada keterlibatan oknum. Selain itu juga ada oknum yang sengaja ermain didalamnya, sehingga para PSK bisa leluasa membuka praktik prostitusi.

Dari sidak yang telah dua kali dilakukan wakil rakyat ini, pihak mereka juga menemukan adanya indikasi peredaran minuman keras (Miras)

"Ini jelas ada yang sengaja bermain didalamnya, sehingga masih ada yang praktik prostitusi di Lokalisasi Kedung Banteng. Mereka masih buka servis meskipun jumlah PSK sudah banyak yang berkurang,” terang Ubahil.

Dari berbagai temuan mengejutkan di eks lokalisasi Kedungbanteng ini, pihak DPRD akan secepatnya memanggil terkait yaitu  Dinas Sosial (Dinsos) serta Satpol PP. Ini karena sejak pasca penutupan yang dilakukan Menteri Sosial Khofifah setahun silam, diduga tidak ada pengawasan serius dari pihak Dinas terkait.

“Secepatnya kami akan panggil Dinas terkait, karena ini sangat meresahkan serta melanggar aturan pemerintah, dan tidak boleh dibiarkan,” Tegasnya. (warok)