Polisi Ringkus Pembuang Bayi di Lereng Gunung Tengger, Bancangan

PONOROGO (kotareyognews.net) - Setelah melakukan pengusutan terkait penemuan bayi di lereng gunung Tengger, desa Bancangan, kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo pada, Selasa 01 Maret 2016 silam, akhirnya Unit Reskrim Polsek sambit berhasil meringkus tiga orang pepelaku pembuangan pembuangan bayi Jumat malam (11/03/2016).

Menurut Kapolsek Sambit, AKP Supardi, SH, pihaknya berhasil menangkap pelaku beserta kedua orang tua bayi berdasarkan penyelidikan dan informasi dari warga.

"Semalam sekitar pukul 22.00 WIB, petugas kami berhasil menemukan dalang atau pelaku pembuangan bayi di wilayah hukum kecamatan sambit, yaitu di lereng gunung TenggerTengger pada tanggal 01 silam." terang Kapolsek.

Dari penangkapan tersebut, lanjut Supardi, pihaknya berhasil mengamankan tiga orang pelaku, dan dua diantaranya  merupakan ayah dan ibu bayi yang masih berumur 17 tahun, dan seorang pelaku yang bertugas membantu proses penerlantaran, yaitu pria berusia 20 tahuntahun.

"Yang kita amankan adalah pria berinisial ANI (17), warga dukuh Nambangan desa Wringinanom kecamatan Sambit yang diketahui sebagai ayah dari si bayi, HPS (17) yang diketahui sebagai ibu bayi, dan Dika. S(20) warga dukuh Kedalan desa Ngrukem kecamatan Mlarak," terang Supardi.

Ketiga pemuda tersebut adalah pelaku pembuangan pada tanggal 01 Maret silam. Bayi tersebut dibuang karena kedua orang tua bayi ini masih bersetatus sebagai pelajar Madrasah Aliyah (MA) di sebuah Pondok pesantren di desa Joresan.

"Mereka tega membuang bayinya karena takut ketahuan tetangga atau kedua orang tua mereka. Akhirnya ibu bayi ini memanggil Dika, untuk membantu pacarnya membuang bayi sekitar pukul 04.00 pagi," paparnya.

Saat ini kedua pelaku atau orang tua bayi, saat ini dititipkan kepada keluarga lantaran masih di bawah umur. Dan seorang pelaku yaitu Dika. S terpaksa harus meringkuk di ruang tahanan sementara polsek Sambit.

"Dari kasus ini, pelaku dijerat dengan Pasal 77 UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun," pungkasnya.(waroxs)