Sakit Menahun Tak Kunjung Sembuh, Orang Ini Nekat Gantung Diri

PONOROGO (kotareyognews.net), - Hidup, mati, rizki dan musibah sebetulnya hanyalah milik Tuhan, Allah SWT semata. Namun banyak orang yang tak memahami hal itu sehingga kerap kali dia putus asa. Seperti halnya yang dialami Kasiman alias Cempluk warga kecamatan Sooko, kabupaten Ponorogo antaran musibah sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, dia nekat gantung diri, Jumat (11/03/2016)

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri dengan seutas di tali diserambi rumah ini diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Korban adalh KSMN alias Cempluk (70) warga Rt 03/02 Dukuh Sombro, Desa Sooko Kecamatan Sooko.

Kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh tetangga korban saksi Rubiah(35)dan Sikak(45) sekitar pukul 06.30, saat kedua orang ini melintas didepan rumah Cempluk. Mengetahui hal itu, mereka langsung melaporkan ke perangkat desa dan selanjutnya di laporkan ke pihak Polsek Sooko,

Selanjutnya, beberapa petugas dari Polsek dan Koramil tiba di lokasi dan langsung melakukan evakwasi terhadap korban dibantu warga setempat.

"Mendapat kabar, kami dan petugas dari Polsek Sooko langsung datang ke TKP guna menurunkan jasat Pak Cempluk yang masih menggantung," terang petugas Koramil setempat.

Setelah jasat diturunkan, petugas langsung melakukan pemeriksaan jasad korban bersama petugas piskesmas setempat. Dan hasil dari pengecekan sementara oleh anggota Polsek dan tenaga medis menyatakan bahwa korban meninggal murni karena gantung diri.

"Korban murni bunuh diri,  hasil pemeriksaan mengatakan bahwa tidak ada unsur kekerasan ditubuh korban," terang petugas.

Sementara itu, mengenai sebab musabab korban nekat bunuh diri, warga setempat mengatakan bahwa korban sedang mengalami gangguan kesehatan yang sudah bertahun-tahun. Tidak dijelaskan, sakit apa yang diderita, namun yang jelas korban kemungkinan tidak tahan merasakan penderitaan akibat sakit yang dialami.

Setelah menjalani pemeriksaan, di Puskesmas setempat dan tidak ada unsur kekerasan, jasad korban akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga guna dilaksanakan upacara pemakaman.

"Karena tak ada hal yang mencurigakan selanjutnya korban dierahkan ke pihak keluarga  untuk segera dimakan," terang kades Sooko Sudarto. (warok).