Tiba Dirumah Duka, Jenazah TKI Korea Asal Ponorogo Disambut Tangisan Sang Istri Hingga Pingsan

PONOROGO (kotareyognews.net) - Kedatangan jenazah Didik Setiawan, TKI asal Desa Gupolo Kecamatan Babadan, kabupaten Ponorogo membuat keluarga dan sang istri tak tahan menahan tangis. Minggu dini hari (06/03/2016).

Suasana sangat mengharuka saat jenazah diturunkan dari mobil ambulance. Keluarga dan pelayat menanangis histeris. Bahkan Dwi Astutik istri korban berulang kali pingsan karena tidak kuasa menahan kesedihan. Yang lebih mengharukan saat pihak keluarga mempertemukan anak semata wayang korban, yang masih berusia 8 bulan.

Hal itu karena menurut penuturan pihak keluarga Didik ingin sekali memangku dan memeluk anaknya. Pernyataan tersebut kerap kali diungkapkan korban saat menelpon keluarganya, sebelum insiden meledaknya tangki penyimpanan bahan pemadam kebakaran tersebut.

Didik adalah TKI Korea yang menjadi korban ledakan tangki penyimpanan bahan pemadam kebakaran di perusahaannya Hanguksobang Korea Selatan,

Didik merupakan korban tewas dalam musibah ledakan tangki penyimpanan bahan pemadam kebakaran di Korea Selatan 29 Februari 2016 kemarin.

Sementara korban lainnya adalah Hari TKI asal Balong yang juga bekerja di perusahaan tersebut namun hanya mengalami luka luka.

Sumani Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Ponorogo, yang datang dirumah duka berjanji akan membantu proses pengurusan Asuransi dan Hak Hak Korban, karena Didik ini berangkat melalui jalur resmi.

"Kita akan akan membantu memfasilitasi pengurusan asuransi kerja dari Korea,"ujarnya. (warok)