Unik, Seniman Ponorogo Gelar Ritual Seni Reyog Sambut Gerhana Matahari

PONOROGO (kotareyognews.net) - Menyambut datangnya Gerhana Matahari di Indonesia, puluhan seniman reyog Ponorogo menggelar ritual dengan atraksi Reyog di Aloon-aloon Ponorogo, Rabu (09/03/2016).

Hal ini tentu sangat menarik karena para seniman ini mengadakan pagelaran dan atraksi sejak pukul 07.00 WIB. Mereka memakai pakaian warok dalam satu grup reyog lengkap dengan pembarong dan jathilan.

Uniknya lagi, mereka menurunkan dadak merak yang sudah berumur tua dan nyaris tinggal kerangka.

Wisnu HP, salah satu seniman Ponorogo kepada Kota Reyog News mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan sebagai upaya para seniman untuk menjadi bagian dari fenomena alam Gerhana Matahari.

"Dengan gamelan reyog, kendang, kenong, slompret, kempul dan dadak reyog adalah cara kami berdo'a sebagai media tolak bala," ujarnya.

Lebih lanjut Wisnu HP memaparkan bahwa dirinya bersama para seniman komunitas 4 sekawan, 5 sempurna berkolaborasi dengan putut pasopati, urban ganong dan para seniman inigin menjadi bagian dari sejarah Fenomena alam ini.

"Kami ingin menjadi bagian dari sejarah fenomena alam yg hanya datang 360 tahun sekali, dan belum tentu semasa hidup kita akan mengalami gerhana matahari," terang Wisnu HP.

Selain itu lanjut Wisnu, atraksi dan pagelaran reyog di aloon-aloon Ponorogo tersebut, merupakan upaya dari para seniman muda untuk melestarikan budaya daerah khususnya seni Reyog Ponorogo.

"Sebagai generasi muda Ponorogo kami juga bertujuan untuk melestarikan seni budaya asli Ponorogo, kalau bukan kita pemuda Ponorogo siapa lagi," pungkasnya. (waroxs)