Baru Saja Dibangun Dam Kali Duwet Jebol, Petani Ponorogo Selatan Resah

PONOROGO (kotareyognews.net) - Dam Kali Duwet di desa Bancar kecamatan Bungkal, kabupaten Ponorogo jebol pada tahun 2015 silam sudah selesai dibangun pada bulan Agustus 2015. Namun tak bertahan lama, dam yang difungsikan petani sebagai pengatur irigasi di area pesawahan milik warga di empat desa ini jebol lagi akibat banjir yang terjadi pada malam Kamid (06/04/2016).

Sebetulnya banjir yang terjadi saat itu tidak begitu besar, air juga tidak sampai meluap. Namun derasnya arus banjir tersebu menyebabkan sayap dam Duwet, Bancar, Bungkal Ponorogo ini jebol.

Hal ini tentu menyebabkan masyarakat disekitar lokasi, dan para petani yang memiliki area pesawahan di sekitar Dam Duwet ini menjadi resah. Mereka takut jika banjir datang lagi, karena bisa dipastikan tanaman padi mereka yang barusaja selesai tanam bakalan hancur jika banjir bandang datang.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan kotareyognews.net, dari warga setempat. Dam Duwet yang ada di wilayah Ponorogo selatan ini telah direnovasi dan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 148.230.000, 00. Proyek rehabilitasi jaringan irigasi dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo ini dikerjakan oleh CV. Kharisma Jaya Ponorogo.

Selain itu, poyek renovasi sayap dam Duwet ini juga mendapat pengawasan langsung dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ponorogo.

"Semua pengerjaan Dam Duwet saat itu diserahkan oleh CV, dan langsung di awasi oleh dinas PU," terang beberapa warga.

Meskipun belum ada satu tahun, Dam Diwet ini sudah jebol lagi akibat banjir yang tidak terlalu besar. Bagian sayap Dam Duwet ini terlihat ambrol.

"Sebetulnya banjir yang terjadi pada malam kamis kamarin tidak terlalu besar dan air tidak sampai meluap Tapi sayap dam Duwet ini sudah jebol kembali," ujar Damas, petani warga Desa Padas saat berada di sawah nya yang ada di dekat lokasi dam Duwet.

Hancurnya sayap dam itu membuat para petani di wilayah setempat menjadi resah. Itu karena saat ini musim kemarau belum ada tanda tanda akan datang. Setiap hari bisa dipastikan turun hujan yang cukup lebat di wilayah Ponorogo.

Seperti diungkapkan oleh Nurcholis, salah satu warga Bancar yang juga sebagai sekretaris Kelompok Tani "Bancaran", Dukuh Duwet, Desa Bancar. Menurutnya,  Dam Duwet merupakan sarana irigasi yang sangat vital bagi pengairan di areal Persawahan di wilayah Desa Bancar, Bediwetan, Bungu dan desa Padas. Karena satu satunya sarana untuk mengatur irigasi di wilayah tersebut.

"Mengingat ini sangat vital, harus segera ada perbaikan agar kerusakannya tidak semakin parah, dan mengacam para petani ketika banjir datang" ujar Nurcholis.

Hal senada juga dikatakan Tubari, petani lainnya juga khawatir atas rusaknya sayap Dam Duwet tersebut. Sebagai petani dia mengungkapkan rasa was-was akibat jebolnya kembali dam Duwet. Itu disebabkan karena saat ini curah hujan masih tinggi dan banjir kerap terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo.

"Selain menggerus areal persawahan, jika ini dibiarkan juga bisa menyebabkan petani merugi jika banjir datang. Bisa dipastikan tanaman para petani disini terancam gagal tanam," terang Tubari.

Sedangkan Kades Bancar Pamuji, saat dkonfermasi mengaku bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemkab Ponorogo. Pihanya berharap bantuan dari pemerintah untuk mengantisipasi banjir susulan.

"Secara lisan sudah kami laporkan hancurnya sayap Dam Duwet ke Bagian Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Ponorogo. Kami berharap segera ada tindak lanjut dari Pemerintah" ungkap Pamuji. (warok)