Dalam Waktu Seminggu, Polres Ponorogo Berhasil Amankan Penipu Yang Telah Kabur ke Garut

PONOROGO (kotareyognews.net), - Hanya dalam waktu satu minggu, berdasarkan informasi dan berbagai pengembangan yang strategis, akhirnya Polisi berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku penipuan dua buah mobil, dan satu motor senilai jutaan rupiah. Demikian dikatakan Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama dalam release di halaman Mapolres Ponorogo, Jumat (29/4/2016) silam.

Menurut Ricky, pihaknya mengamankan GS (50) warga Desa/ Rambipuji, Jember setelah menipu dokter hewan. Total kerugianya senilai 600 juta rupiah.

"Modusnya unik dan strategis, mengumbar janji janji yang menyatakan status bahwa dirinya orang suruhan produsen jamu dan batik yang terkenal, yang menjanjikan akan menanamkan investasi yang besar di Ponorogo ini," ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Ricky Purnama.

Menurut Ricky, kepada korbannya, pengangguran ini meminjam uang sebesar Rp 35 juta dengan dalih sebagai biaya proses pengukuran lahan di BPN Ponorogo. setelah berhasil, korban kemudian meminjam satu unit mobil Honda CRV milik korban dengan alasan untuk mengambil uang Rp 3 miliar di salah satu bank swasta di Madiun.

Setelah berhasil menguasai harta korban, tersangka yang selama enam bulan terakhir mengontrak rumah di di Kecamatan Babadan Ponorogo melarikan diri dengan mengajak serta keluarganya ke Garut, Jawa Barat.

"Tersangka berdalih sebagai perwakilan perusahaan jamu dan perusahaan batik terbesar di salah satu propinsi Pulau Jawa. Dia sedang dalam proses penanaman investasi di Ponorogo. Tersangka berhasil diamankan di tempat pelariannya Garut, Jawa Barat," terangnya.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti hasil penipuan yaitu satu unit mobil Honda CRV, satu unit Toyota Avanza dan satu sepeda motor Yamaha Nmax dengan total kerugian sedikitnya Rp 600 juta.

"Ada lima korban penipuan yang dilakukan GS yang sudah lapor ke pihak kami. Ini masih berkembang lagi, dan kemunhkinan masih ada korban lainya," jelas Ricky.

Atas kasusu tersebut, ersangka kini diamankan di Mapolres Ponorogo dan dijerat pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (warok)