Dua Alat Berat Ratakan Eks Lokalisasi Kedungbanteng Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net) - Seperti tercantum dalam surat pemberitahuan Nomor 460/392/405.10/2016 tentang pembongkaran bangunan Eks Lokalisasi WTS di Desa Kedung Banteng yang menegaskan bahwa per- tanggal 11 April 2016, bangunan eks Lokalisasi kedungbanteng sudah harus bersih dari bangunan.

Menindak lanjuti keputusan tersebut, rupanya hari ini, Selasa (12/4), Pemda Ponorogo benar - benar mengambil langkah tegas tanpa toleransi membongkar paksa beberapa bangunan dan pagar eks Lokalisasi Kedungbanteng. Tak tanggung-tanggung, dalam prmbongkaran ini, pihak Pemda Ponorogo mendatangkan alat berat dua buah Bego (eskalator) ke eks lokalisasi Kedungbanteng di kecamatan Sukorejo Ponorogo.

Turut hadir ke lokasi dalam rangka pembongkaran paksa eks Lokalisasi WTS Kedungbanteng ini, jajaran Forpimda, SKPD terkait, anggota komisi D DPRD Ponorogo, Satpol PP dan Muspika Sukorejo, dan beberapa tokoh Ulama juga turut hadir dalam pembongkaran yang dipimpin langsung oleh Bupati Ponorogo H. Ipong Muchlissoni ini.

"Kita laksanakan pembongkaran eks Lokalisasi Kedungbanteng karena masyarakat pemilik rumah dan bangunan belum melakukan pembongkaran hingga tanggal 11 April 2016. Pemda telah melayangkan surat pemberitahuan dan sesuai keputusan jika hingga batas akhir tanggal 11 belum dibongkar, Pemda akan mendatangkan alat berat guna melakukan pembongkaran, " terang Bupati Ipong.

Dia juga menjelaskan bahwa keputusan Pemda Ponorogo membongkar bangunan yang ada di eks lokalisasi Kedungbanteng, berawal adanya temuan dari anggora DPRD Ponorogo. Didapati adanya aktifitas prostitusi terselubung kembali di eks lokalisasi Kedungbanteng.

"Kalau dibiarkan maka ini akan terus berkembang. Maka dari itu setelah kami berkomunikasi dengan berbagai pihak dan ormas keagamaan saya memutuskan untuk membongkar bangunan yang ada disini agar lahan ini betul-betul terbebas dari kemungkinan bangkitnya praktik prustitusi," paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa saat ini pihaknya juga tidak tinggal diam. Pemda sedang membuat program untuh mengelola eks lokalisasi Kedungbanteng untuk menjadikannya sebagai tempat yang lebih produktif.

"Banyak usulan yang telah masuk ke saya, ada yang mengusulkan dijadikan tempat industri kerajinan, sekolah dan lain lain. Semoga di tahun 2017 kita sudah bisa memutuskan," jelasnya.

Ipong juga menyampaikan ungkapan permintaan maaf jika hal ini terlalu cepat, meskipun sebetulnya sudah terlambat. Diharapkan seluruh masyarakat yakin bahwa ini adalah demi kebaikan dan demi mewujudkan ponorogo yang religius dan berbudaya.

Dalam pembongkaran eks lokalisasi kedungbanteng ini Bupati Ponorogo H. Ipong Muchlissoni langsung memimpin dimulainya pembongkaran bangunan eks lokalisasi Kedungbanteng. Bupati juga berkesempatan mengemudikan alat berat sebagai pertanda eks lokalisasi kedung banteng Ponorogo resmi dibongkar diratakan dengan tanah. (warok)