Penambang Pasir Ponorogo Yang Hilang, Jasadnya Diketemukan di Ngawi

Proses pencarian penambang pasir ponorogo yang hilang
PONOROGO (kotareyognews.net), - Penambang pasir asal desa Prajegan, kecamatan Sukorejo, kabupaten Ponorogo, Jawa Timur Sutrisno (25) dilaporkan hilang pada Rabu sore (14/04/2016). Setelah selama dua hari dilakukan pencarian oleh tim gabungan, SAR, Polisi, BNPB akhirnya jasad Sutrisno diketemukan di wilayah Kabupaten Ngawi, Jumat (15/4/2016).

Diketahui, pada saat kejadian hilangnya Sutrisno ini, tidak ada satupun saksi mata yang tau. Namun keluarga menemukan jejak Sutrisno dari peralatan korban mencari pasir yang masih ada di tepi sungai. Sedangkan Sutrisno sendiri selama ini diketahui mempunyai riwayat sakit epilepsi (ayan), sehingga besar kemungkinan jika saat dia menambang pasir sakitnya kambuh dan dia terhanyut.

Dan dugaan tersebut ternyata benar, karena tim dari Polsek Sukorejo mendapatkan laporan bahwa ada temuan mayat di wilayah kabupaten Ngawi, tepatnya di sungai Bengawan Madiun yang masuk wilayah Desa Kandangan, Kabupaten Ngawi.

Dari informasi tersebutlah mulai ada titik terang tentang hilangnya Sutrisno. Ciri-cirinya sangat mirip dengan ciri-ciri yang dimiliki korban. Pihak Polsek Sukorejo dipimpin langsung Kapolsek AKP Denny Fachrudianto langsung berkoordinasi dengan Polres Ngawi.

"Setelah dipastikan itu adalah jasad korban, kami langsung meluncur ke Ngawi untuk melakukan pemeriksaan dan ternyata benar bahwa mayat yang ditemukan di Ngawi tersebut adalah jasad Sutrisno," terang AKP Denny Fachrudianto.

Sementara itu, kronologi ditemukanya jasad Sutrisno ini berawal saat Sasmo Semin (60) warga Desa Kandangan diberitahu oleh tetangganya kalau ada mayat yang mengapung di sungai kali Bengawan sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu juga Sasmo langsung menuju ke sungai dan berusaha menghentikan jasad korban yang kondisinya mulai membusuk. Dia mrnggunakan sebilah bambu untuk menarik jasad korban ke pinggir sungai.

Setelah berhasil meminggirkan jasad korban, pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Polsek Ngawi. Tak belang lama, petugas polsek Ngawi Kota dan tim medis bersama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mendatangi lokasi penemuan mayat.

Jasad korban langsung diperikasa dan dilakukan idetifikasi di RSUD Dr Soeroto Ngawi sambil menunggu pihak keluarga korban.

Dan setelah berkoordinasi dengan instansi terkait, ternyata mayar yang ditemukan di sungai wilayah Ngawi tersebut adalah jasad Sutrisno warga Prajegan Ponorogo. Korban akirnya di jemput pada jumat,  (15/4/2016) guna dilakukan upacara pemakaman oleh pihak keluarga di Desa Prajegan, kecamatan Sukorejo, Ponorogo. (warok)