Kabar Duka, TKI Ponorogo Meninggal Karena Jatuh

PONOROGO (kotareyognews.net) - Masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seakan tak ada hentinya. Baru-baru ini, Mudari (45), warga dukuh Bedali RT: 01, RW: 02 Desa Campursari kecamatan Sambit kabupaten Ponorogo, dikabarkan meninggal dunia di Malaysia lantaran kecelakaan kerja, Kamis (26/05/2016) silam.

Kronologi kejadian terjatuhnya Mudari ini berawal saat dia dan rekan rekan kerjanya di bangunan sedang bersiap - siap hendak istirahat. Namun saat dia berkemas membereskan peralatan kerjanya sekitar pukul 11.30, dia terpeleset hingga terjatuh dari lantai tiga tempat dia bekerja.

"Seperti biasa pukul 11.30 waktu Malaysia, para pekerja waktunya istirahat. Tapi apes, korban terpeleset dan jatuh dari lantai tiga yang tingginya sekitar 15 meter," terang Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi, Jumat (27/05/2016)

Setelah terjatuh, seketika itu juga korban langsung dilarikan kerumah sakit oleh teman-temannya di tempat dia bekerja. Namun sayang, karena parahnya luka yang dualami akibat terjatuh TKI asal Ponorogo ini tak bisa diselamatkan. Mudari menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit negeri jiran Malaysia.

"Sempat dibawa ke Rumah Sakit Malaysia, tapi nyawanya sudah tak tertolong," ujar AKP Harijadi.

Mengetahui Mudari telah meninggal, rekan kerjanya Sarji asal kecamatan Siman Ponorogo langsung memberitahukan musibah tersebut pada adik ipar Bibit warga Coper kecamatan Jetis yang dilanjutkan ke istri dan keluarga korban di Campursari Sambit.

Diketahui, Mudari TKI asal Kota Reyog ini telah bekerja selama satu tahun di Malaysia. Dia berangkat sebagai TKI ke Negeri Jiran tersebut pada bulan Agustus 2015 silam melalui PJTKI yang ada di Kabupaten Gresik.

"Jenazah diperkirakan akan tiba di rumah duka desa Campursari kecamatan Sambit pada hari Sabtu, tanggal 28 besuk," terang AKP Harijadi. (warok)