Luar Biasa, Ponorogo Tempo Doeloe Yang Digelar Di Wakoka Dapat Perhatian Banyak Pihak

Wakil ketua KRP S. Nojeng turut memeriahkan
Acara Ponorogo Tempo Doeloe
PONOROGO (kotareyognews.net) - Melihat masa lalu, untuk menatap masa depan. Itulah konsep yang disajikan dalam acara Ponorogo Tempo Doloe yang digelar oleh gabungan komunitas Media Sosial (Medsos) warga Ponorogo di warung kopi Wakoka Jl. Menur, kelurahan Ronowijayan Ponorogo, Sabtu (20/05/2016).

Sesuai dengan tema, acara Ponorogo Tempo Doeloe ini diisi dengan kegiatan bazar kuliner, pameran sejarah, tampilan seni budaya, juga pameran UKM yang merupakan kekayaan Ponorogo jaman dulu.

Menurut ketua panitia Fendi Sukatmanto, acara ini digelar mulai jumat hingga minggu, 20 Mei 2016. Berbagai kegiatan akan mengisi acara Festival Ponorogo Tempo Doeloe ini, seperti Gong Gumbeng Desa Wringin Anom Sambit, Kuliner Jenang Tasbih & Jadah Bakar, Pameran Sejarah, Kerajinan & Produk Lokal Ponorogo, Sarasehan Sejarah Ponorogo, Tembang Kenangan Bersama Elektone Sopo Nyono, Bazaar Kuliner Tradisional Ponorogo, Atraksi Komunitas Sabdo Warok, Pentas Seni Tradisional Jaranan Thek Turonggo Wengker, dan Turnamen Mul-mulan.

Kyai Gus Wahyudi tawarkan Jenang Tasbih mak nyuss
"Acara ini untuk menggali kembali kebudayaan tempo doeloe. Dan kegiatan ini seratus persen hasil iuran warga masyarakat terutama gabungan komunitas media sosial facebook dan diharapkan menjadi suport bagi warga untuk bergerak di bidang seni dan ekonomi," terang Fendi.

Sementara itu, dalam acara “Festival Ponorogo Tempo Doeloe” tersebut ada satu perlombaan yang bisa membawa inspirasi kita ke masa kecil yaitu lomba permainan Mul Mulan (dibaca mol molan).

Sate ayam khas Ponorogo pancen huenak tenan
Uniknya, di permainan ini nantinya akan melibatkan peserta yang usianya 45 tahun ke atas. Meskipun dalam permainan ini panitia tidak menyediakan hadiah berupa uang, namun ada hadiahnya yang menarik disediakan panitia. Yaitu makan gratis di festival Ponorogo Tempoe Doeloe ini

“Lomba Mul Mulan nanti akan menggunakan sistem gugur, juaranya harus melalui penyisihan dulu,” terang salah seorang panitia, Wahyudi

Pantauan kotareyognews.net, di hari pertama dalam acara pembukaan acara Ponorogo tempo doeloe pada hari ini, Sabtu (21/05/2016), digelar pameran ragam kuliner tradisional khas ponorogo yang mulai langka.

Beragam kuliner tradisional yang disuguhkan adalah seperti Jenang Tasbih, jadah bakar yang dimakan dengan cocolan gula putih, pecel Ponorogo yang terkenal pedas, sate Ponorogo yang melegenda. Dan tak ketinggalan dawet jabung yang sudah sangat terkenal sejak jaman waroh hingga sekarang. Tentunya ini sebagai pelepas dahaga bagi para pengunjung.

Dawet Jabung pancen nyus
“Semua makanan bisa dinikmati pengunjung mulai jam 9 pagi sampai habis, selama pelaksanaan festival, dan ada yang bisa dinikmati secara cuma - cuma dan ada yang dijual dengan harga yang sangat murah dan terjangkau," lanjut Wahyudi Gecol.

Pada acara pameran aneka makanan tradisional ini juga disajikan hiburan Gong Gumbeng dari Ringinanom, kecamatan Sambit. Gong gumbeng ini sebagai iringan menari gambyong bagi para pengunjung maupun peserta yang hadir juga bisa belajar menari gambyong.

Makanan khas Klepon & Cenil
Selain tu masih banayak lagi berbagai kegiatan yang akan digelar termasuk kesenian jaranan thek dan kesenian khas Ponorogo yaitu Reyog.

"Pokoknya di acara ini pengunjung akan dimanjakan dan dibuat bernostalgia dengan masa - masa dulu," terang panitia lainya Ipung Purbo Sasongko.

Sementara itu, salah satu tokoh Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) Jakarta Suparno Nojeng yang kebetulan hafir dalam kegiatan ini menyampaikan apresiasi kepada penggagas dan penyelenggara acara Ponorogo Tempo Doeloe yang digelar di Wakoka ini. Dia mengatakan bahwa kegiatan sepwrti ini sangat positif sekali bagi kelestarian budaya di Ponorogo.

SANTAI:  wakil ketua KRP bersama awak media
dan Lupi Bima (suami Linda Ponorogo)
Bahkan, wakil ketua KRP ini juga menyempatkan diri untuk menari gambyong atau tayub beksan diiringi kesenian tradisional Gong Gumbeng Ringinanom.

"Ini luar biasa mas, saya pribadi sangat mengapresiasi acara seperti ini. Harapan saya kegiatan seperti ini mendapat perhatian dari pemerintah terutama dinas Pariwisata. Saya sendiri akan menyampaikan kepada rekan - rekan di Jakarta, termasuk pak mentri," ujarnya. (warok)