Partai Perindo DPD Ponorogo Lagi Mengalami Polemik

PONOROGO (kotareyognews.net) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Ponorogo lagi diguncang polemik internal. Pasalnya, DPD Ponorogo dianggap arogan dan sering membuat kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan AD/ART Partai  Partai Politik besutan Hary Tanoesudibyo ini.

“Antara DPD dengan DPC kurang komunikasi dan koordinasi. Misalnya dalan Pergantian DPC yang telah terjadi terkesan sepihak. Akibatnya banyak pengurus DPD Kabupaten Ponorogo yang mundur dari kepengurusan,” ujar Ranu, Ketua DPC Perindo Kota Ponorogo dalam pertemuan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Perindo disebuah Rumah Makan, Selasa (10/05/2016).

Menurutnya, Pihaknya bersama seluruh pengurus DPC se Kabupaten Ponorogo menggagas pertemuan pengurus DPC Perindo. Hal itu demi menyelamat Partai Perindo di Ponorogo dari goyangan pengurus DPD Perindo yang dirasa arogan dan asal memecat pengurus DPC.

“Ada 21 pengurus DPC Partai Perindo se kabupaten Ponorogo, malam mini yang faigh ada 15 DPC sepakat diadakan perubahan pengurusan Partai Perindo di kabupaten Ponorogo. Selanjutnya kesepakatan pada malam ini akan akan terus kita bahas dalam tiap pertemuan mendatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menandaskan bahwa pertemuan tersebut sebagai titik awal untuk perubahan demi masa depan partai Perindo di Kabupaten Ponorogo.

“Sejak pengurus DPC dilantik di Magetan hingga detik ini belum ada pertemuan dan kegiatan. Justru malah ada tindakan kesewenang-wenangan pengurus DPD dengan melakukan pemecatan Pengurus DPC yang dilantik di Magetan secara sepihak. Namanya pergantian pengurus tidak asal copot, kan ada mekanisme partai yang mengaturnya,” tambah Ranu.

Sementara ketua DPC Perindo Kecamatan Bungkal Drs. Supajar yang dilengser secara sepihak mengungkapkan, kalau dirinya menurut informasi dilengser oleh orang yang namanya Agung dari Desa Ketonggo kecamatan Bungkal.

“Ini masih informasi, soalnya apapun yang berkaitan dengan partai Perindo saya dengar diurusi Agung. Padahal saat dilantik di Magetan oleh ketua Perindo Hary Tanoesudibyo, Ketua DPC Perindo Kecamatan Bungkal Saya, sedangkan saat itu tidak ada nama Agung dalam susunan pengurus DPC,” terangnya.

“Kabarnya saat ini DPD mengangkat Agung sebagai ketua DPC Perindo Bungkal. Pengangkatan itu ilegal, Partai kan punya aturan berdasar AD dan ART. Itu adalah pemberhentian sepihak. Tidak ada permasalahan dan dasar-dasar untuk dilakukan pemberhentian atau pergantian,” pungkasnya. (warok)