Rem Blong, Seorang Anak SD di Ponorogo Terjun Bebas Ke Sungai Hingga Meninggal

PONOROGO (kotareyognews.net) - Naas yang dialami Taufik Riza Ansori, seorang bocah klas 5 SD Ngasinan 2. Dia harus meninggal dunia secara tragis lantaran terjatuh kedasar sungai sedalam 10 meter setelah sepeda pancalnyanya menabrak pengaman jembatan di desa Munggu, kecamatan Bungkal pada Selasa (17/05/2016).

Peristiwa tragis itu bermula saat korban bersama teman – temannya hendak bermain ke sebuah air terjun di desa Munggu. Sekitar jam 6.00 WIB, 8 orang anak yang bersekolah di SDN 2 Ngasinan tersrbut berangkat.

Menjelang lokasi, di jalan menanjak desa Munggu, kecamatan Bungkal. Warga yang bertemu dengan korban dan teman-temannya mengingatkan agar korban dan teman-temannya untuk tidak melanjutkan perjalanan. Karena saat itu sedang gerimis dan curamnya jalur menuju lokasi air terjun.

Korban dan teman-temannya kemudian memutuskan untuk kembali. Namun naas saat melintasi jalan menurun, korban tidak bisa menguasai sepedanya karena remnya blong. Tah hayal bocah ini tak bisa nenguasai laju sepedahnya.

“Saat jalan turun, remnya kan nggak ada. Hanya diinjak kaki itu, natap dumpal (pengaman jembatan) terus tercebur ke kali,” ujar parmin.

Mengetahui kondisi korban jatuh ke sungai, teman-teman korban kemudian berteriak meminta bantuan warga. Warga yang berdatangan, bersama Polisi dari Polsek Bungkal berhasil mengevakuasi korban dan sepeda pancalnya dari sungai sedalam lebih kurang 10 meter.

Karena jatuh dari ketinggian dan mengalami luka yang cukup parah, Anak kedua dari pasangan Muhadi dan Sujiati tersebut meninggal di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil olah TKP, dipastikan tewasnya Taufiq karena kecelakaan tunggal.  Sepeda korban kini diamankan di Mapolsek Bungkal untuk dijadikan barang buki.

Sementara itu, tangisan histeris keluargapun pecah saat menyambut jenazah korban di rumah duka. Usai diserahkan ke pihak keluarga, jenazah Taufiq langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat.(warok)