Semarak Gebyak Reyog " Singo Wijoyo " Desa Kunti Turunkan Empat Dadak Merak

PONOROGO (kotareyognews.net) - Satu lagi, wujud kreatifitas dan peran aktif warga desa Kunti Kecamatan Bungkal, kabupaten Ponorogo dalam melestarikan kebudayaan khususnya Seni Reyog Ponorogo. Ini terbukti pada , Minggu (14/05/2016), pemerintah desa bersama para seniman dan pemuda desa Kunti menggelar acara Gebyak seni Reyog Singo Wijoyo.

Tak tanggung - tanggung, dalam acara gebyakan kali ini para seniman Reyog Desa Kunti menurunkan empat dadak merak sekaligus, dan puluhan penari jathil serta dua bujangganong dan empat bujangganong cilik. Tak ketinggalan, pasukan Drum Band dari TK Aisiyah desa Kunti, bungkal, Ponorogo, juga turut memeriahkan suasana.

Diawali  dengan kirab keliling desa, empat dadak merak bersama para seniman mengelilingi sepanjang jalan desa Kunti. Mereka juga menggelar berbagai atraksi ala reyog obyok di setiap titik perempatan. Hal itu tentu saja disambut antusias ratusan warga dari berbagai wilayah di Ponorogo selatan.

Usai dilaksanakan kirap keliling desa, seni reyog Singo Wijoyo ini juga menggelar atraksi di penggung terbuka yang disediakan panitia di depan kediaman Kades Kunthi Supriyono. Puluhan penari Jathilan, bujangganong dan bahkan empat dadak reyog  saling bergantian menggelar atraksi di panggung terbuka guna menghibur warga dan para penonton.

Meskipun suasana gerimis, namun hal tersebut tak menyurutka para seniman dalam menggelar atraksi. Penontonpun juga relah basah kuyup hanya ingin menyaksikan penampilan reyog Singo Wijoyo bersama penari jathil dan atraksi gokil para penari bujangganong.

Kepala Desa Kunti Supriyono, dalam sambutanya menyampaikan ucapan trimakasih atas segala dukungan masyaraka desa kunti sehingga terselenggara Gebyak seni Reyog Singo Wijoyo desa Kunti. Pihaknya juga menyampaikan ungkapan terimakasih kepada para seniman dan para pemuda yang yang selama ini berperan aktif, sehingga Singo Wijoyo bisa diresmikan.

"Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, hari ini kami pemerintah desa mengukuhkan Bopo Katimun selaku ketua pengurus seni Reyog ‘Singo Wijoyo’ desa Kunti. Semoga Singo Wijoyo bisa lestari dan semakin jaya," harapnya.

Sementara itu Bopo Katimun selaku ketua paguyuban Seni Reyog Singo Wijoyo menyampaikan ungkapan terimakasih atas terselenggaranya gebyakan seni reyog Singo Wijoyo. Menurutnya, semua itu tak lepas dari dukungan dan doa dari seluruh masyarakat desa kunti. Dia juga menyampaikan permintaan maaf jika dalam berlatih ada kekurangan dari segi apapun.

"Saya atas nama pengurus Paguyuban seni Reyog Singo Wijoyo menyampaikan terimakasih dan permintaan maaf atas segala kekurangan dalam gegladen. Semogo Singo Wijoyo desa kunti bisa lertari dan menjadi kesenian kebanggaan masyarakat desa Kunti," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda desa Kunti Amar Makruf, SE, dia selaku generasi muda akan selalu mendukun dan berperan aktif dalam melestarikan kesenian yang dimiliki Desa Kunti.
"Sebagai generasi memuda, kami mewakili rekan rekan pemuda akan selalu siap untuk membesarkan dan melestarikan seni reyog Singo Wijoyo yang kita miliki," ungkapnya.

Diketahui, Seni reyog Singo Wijoyo Desa Kunti berdiri sejak tahun 1995. Nama Singo Wijoyo sendiri diambil dari nama orang pertama atau yang babat desa sebagai pendiri Desa Kunti yaitu " Palang Suto Wijoyo ". Singo identik dengan nama Kumpulan Reyog di Ponorogo, sedangkan nama  Wijoyo diambil dari nama pendiri desa.

Singo Wijoyo Desa kunti pernah mengalami masa kejayaan, terbukti sering tampil ke luar Kabupaten, bahkan pernah tampil bersama ratusan reyog se- Indonesia dalam rangka pembukaan Sea Games di Gelora Bung Karno Jakarta. (waroxs)