Suami Siri Warga Ponorogo Kabur Bawa Uang 20 Juta Milik Istri

PONOROGO (kotareyognews.net) - SGT(33) warga RT: 02, RW: 01 dukuh Pacar desa Prajegan, kecamatan Sukorejo, Ponorogo akhirnya melaporkan suami sirinya ke Polsek Sukorejo lantaran Jefri (suami siri SGT) membawa kabur uang sejumlah 20 juta miliknya SGT, Kamis (19/05/2016) silam.

Dia datang ke Polsek Sukorejo sekitar pukul 13.15 WIB, didampingi dua orang saksi Jahari dan Wiji warga Dukuh Pacar, Prajegan Sukorejo untuk melaporkan Jefri Edison S.Psi als R.Rakabumi Saka, warga Pekayon jaya No.19 Rt: 006, Rw: 019 Bekasi Selatan yang telah bawa kabur uang dan barang berharga yang totalnya sekitar 40 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, kasus penipuan yang terjadi pada 16 Mei 2016 ini berawal saat korban SGT pada bulan Desember 2015 berkenalan dengan orang yang mengaku bernama Jefri Edison S.Psi als R.Rakabumi Saka, warga Pekayon jaya No.19 Rt: 006, Rw: 019 Bekasi Selatan melalui media sosial/chatingan Whatsapp.

Kemudian pada tanggal 20 Februari 2016 korban dan terlapor melangsungkan pernikahan secara siri di Wilayah Solo Jawa tengah. Dari hubungan pernikahan siri tersebut Jefri menjanjikan kepada SGT akan membelikan rumah dan juga memperbaiki rumahnya di Sukorejo.

Namun setelah rumah di robohkan dengan maksud untuk di perbaiki sesuai janji sang suami siri,  justru Jefri malah malah kabur dengan alasan mengambil uang di BRI.

"Terlapor saat itu berpamitan untuk mengambil uang yang ada di Bank untuk biaya rehab rumah, namun setelah di tunggu terlapor tidak kunjung kembali. Bahkan nomor Hand Phone terlapor juga tidak aktif," terang Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi.

Merasa curiga,  korbanpun segera mengecek uang miliknya yang ada di Bank BRI dan Bank Mandiri sejumlah 20 juta. Namun betapa kagetnya SGT setelah mengetahui uangnya juga habis di kuras oleh Jefri.

Tak hanya itu saja, sebuah laptop mek THOSIBA, 2 buah Hp merk Samsung dan Vivo, Plasdise dan satu buah jam tangan milik korban jiga dibawa kabur.

"Akibatnya korban mengalami kerugian yang totalnya sekitar 40 juta rupiyah. Kasus ini masih kita dalami untuk dilakukan pengembangan," terang AKP Harijadi. (warok)