Dalam Waktu 10 hari, Polres Ponorogo Berhasil Ungkap, 20 Kasus Premanisme

PONOROGO (kotareyognews.net) - Kondisi Kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Ponorogo bisa dibilang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya dalam kurun waktu 10 hari, terhitung mulai tanggal 14 hingga 24 Juni 2016, Polres Ponorogo berhasil mengungkap sebanyak 20 kasus Premanisme.

Bisa dibayangkan, jika dalam waktu 10 hari ada 20 ksus, berarti tiap hari di wilayah hukum Kabupaten Ponorogo terdapat 2 kasus premanisme.

Namun beruntung kita punya Bapak Polisi yang selalu setia melayani serta terus berusaha mengabdikan diri kepada masyarakat. Sehingga banyaknya kejahatan yang terjadi di Ponorogo langsung bisa dilakukan tindakan pengamanan kepada pelaku tindak kejahatan.

Ini dibuktikan dengan diamankanya sebanyak 17 tersangka dari 20 kasus premanisme yang tetjadi di Ponorogo. Ke - 17 tersangka pelaku kejahatan tersebut saat ini sudah berada di ruang tahanan Polres Ponorogo, dan sebagian dititipkan di Rutan jl Sukarno - Hatta Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuno Aprin mengatakan bahwa banyaknya kasus yang terjadi di bulan suci Ramadhan menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan tidak peduli dengan adanya Bulan Ramadhan.

Dari sejumlah 17 tetsangka, lanjut Harun, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah total 28 barang bukti. Diantaranya adalah 2 sepeda motor, 6 Handphone, 1 BPKB Mobil, 2 dosbook handphone, 4 pompa air, 1 sabit, uang tunai, 1 kawat besi, 1 tas,  6 buah Gitar, 1 tas slempang, 1 dompet dan 1 kunci kontak.

"Jadi tren untuk melakukan tindakan melanggar hukum termasuk pencurian, perjudian dan miras justru semakin meningkat menjelang Idul Fitri. Dan kehadiran Bulan Ramadah rupanya tidak berdampak bagi mwreka ini" ujarnya.

Diketahui, dalam Operasi Cara Mengatasi Mercon (Camer) dalam kurun watu 10 hari, Polres Ponorogo berhasil mengungkap sejumlah total 116 kasus yang terdiri dari Miras, Premanisme, Judi, Prostitusi, dan Bahan peledak. (warok)