Keluarga Rita di Gabel Kauman Ponorogo Didampingi Pemerintah

PONOROGO (kotareyognews.net) - Keluarga Rita Krisdianti (27), yang ada di desa Gabel, kecamatan Kauman Sumoroto, kabupaten Ponorogo terus dipantau oleh Pemerintah daerah setempat. Hal itu karena pihak kementerian Luar Negeri menginstrukasikan kepada Dinsosnakertrans Ponorogo guna memulihkan psikologis keluarga Rita pasca putusan Pengadilan Tinggi Penang Malaysia.

"Kami diminta oleh Kementerian Luar Negeri untuk terus memantau keluarga Rita. Kami sudah meminta dua petugas kami untuk memulihkan psikologis mereka agar pelan pelan bisa pulih,’’ ujar Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ponorogo, Sumani.

Selain itu, Sumani juga mengatakan bahwa selain pendampingan, pihak pemerintah juga akan memfasilitasi Poniyati (ibu Rita), dan Sardjono (ayah tiri Rita) apabila mereka hendak menjenguk putrinya di Malaysia.

"Tugas kami seperti yang dimandatkan oleh Menteri Luar Negeri, yaitu memantau keluarga Rita di Ponorogo. Selain itu kami juga memberi fasilitas kepada mereka jika ingin bertemu Rita di Malaysia. Sedangkan untuk upaya proses banding, sudah diupayakan sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” papar Sumani.

Sumani mengaku, jika perintah tersebut disampaikan kepadanya oleh sejumlah staf Kementerian Luar Negeri saat mereka mendatangi rumah orang tua Rita pada Selasa, (31/05/2016) silam. Saat itu Kepala Seksi Repatriasi Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Abun Bunyamin, menegaskan bahwa pemerintah terus berusaha dan akan mengajukan banding atas kasus Rita.

Rita adalah perempuan warga Desa Gabel, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Dia menjalani proses hukum karena kedapatan membawa koper berisi 4 kilogram sabu-sabu. Ia ditangkap Otoritas Malaysia di Bandar Udara Penang pada Juli 2013. Sedangkan dia sendiri mengaku tidak tahu sama sekali apa yang ada didalam tas tersebut. Karena tas tersebut bukan miliknya, melainkan milik rekanya.

Sementara itu, terkait vonis hukuman mati yang diterima oleh Rita, Pemerintah terus melakukan upaya banding, agar Rita terbebas dari hukum gantung pemerintah diraja Malaysia. Salah satu upaya banding adalah, terus mencari bukti baru atas kasus TKW asal Ponorogo tersebut.

Baca juga: Usai Divonis Mati, Keluarga Rita Tahlilan

"Ada bukti baru dari BNN, dari kajian pihak Kementerian Luar Negeri, telah menemukan bukti baru Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menerangkan bahwa Rita bukan pemakai zat adiktif," terang Sumani. (warok)