Masya Allah, Lagi - lagi Warga Ponorogo Gantung Diri

PONOROGO (kotareyognews.net), - Dihari ke - 3 bulan Ramadhan, kembali Ponorogo diguncangkan dengan kasus bunuh diri dengan cara gantung diri (kendat). Seorang bapak - bapak paruh baya, Yatiman (52), warga warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, kabupaten Ponorogo ditemukan putranya telah tewas menggantung di pohon belakang rumah, Kamis (09/06/2016).

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, jasad Yaiman, warga RT: 01, RW: 01, Dukuh Bantengan, Desa Pomahan ini ditemukan pertama kali oleh putranya Dedy.

Dikabarkan, awalnya Dedy dan sang ayah sudah berencana hendak membuat kandang ayam. Setelah sudah longgar, namun sang bapak tidak kunjung keliatan. Diapun mencoba mencari di dalam rumah, namun tak kunjung didapati dimana sang ayah berada.

Tak putus asa, Dedy akhirnya mencoba mencari bapaknya di sekitar rumah. Dan betapa terkejutnya Dedy saat dia mencari sang ayah di belakang rumah. Dia melihat pemandangan yang menyedihkan di sebuah pohon mangga belakang rumah.

Yaiman, ayah Dedy satu-satunya telah menggantung di sebuah dahan pohon mangga belakang rumah dengan seutas tali. Badanya menghadap pada pohon dan dilihatnya sudah tak bergerak. Sontak saja,  Dedy berteriak meminta tolong.

Mendengar teriakan Dedy, tetangga sekitar kaget dan berdatangan ke lokasi kejadian. Warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat dan dilanjutkan ke Polsek Pulung.

Tak lama kemudian, petugas datang ke lokasi kejadian, dan akhirnya dibantu warga setempat korban diturunkan dari atas pohon.

Korban langsung diperiksa oleh polisi dan tim medis dari Puskesmas Pulung. Dan dari hasil identifikasi, petugas tidak menemukan tanda - tanda kekerasan di tubuh korban.

Korban dinyatakan meninggal tanpa ada kekerasan. Dia meninggal murni karena gantung diri. Sebagaimana ciri - cirinya, alat vital korban mengeluarkan sperma, tidak terdapat pengeluaran feses, lidah menjulur, dan tidak ada luka ataupun bentuk penganiayaan di tubuh korban.

Selanjutnya, jenazah korban akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga guna dilakukan upacara pemakaman. (warok)