Apel Gelar Pasukan Ops Ramadnya, Bupati Ponorogo Tes Satu Tembakan Senjata Laras Panjang Milik Polri

PONOROGO (kotareyognews.net)- Dalam rangka pengamanan Idul Fitri  1437 H, Jajaran Kepolisian Resort (Polres Ponorogo) menggelar Apel gelar Pasukan operasi Ramadnya semeru  2016 bertempat di depan Paseban Agung Kabupaten Ponorogo, Kamis (31/06/2016).

Dalam apel Gelar Pasukam kali ini mengambil tema " Kita tingkatkan sinergitas POLRI dengan Instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyanan dalam perayaan idul Fitri 14 37 H"

Sedangkan tujuan Apel kali ini untuk mengecek kesiapan personil beserta perlengkapanya baik dari polri beserta unsur terkait yang terlibat dalam pengamanan idul fitri. Sandi operasi kali ini diberi nama Ramadnya yang artinya Ramadan dan Hari Raya

Bupati Ponorogo H Ipong Muchlissoni dalam sambutanya saat memimpin upacara Gelar Pasukan kali ini mengatakan bahwa Operasi Ramadnya akan dilakukan selama 16 hari mulai tanggal 30 - 15 juli 2016.

Menurutnya, dengan diadakanya Apel Gelar Pasukan kali ini diharapkan operasi dapat dilaksanakan dengan baik bersama sticholder terkait sehingga situasi kamtibmas dan kaselticamlantas dapat terwujud. Selain itu diharapkan juga agar masyarakat dapat melaksanakan perayaan idul fitri dengan tertib dan hikmat.

Budaya mudik lanjut Ipong, merupakan aktifitas dalam perayaan idul fitri yang sudah menjadi tradisi masyarakat khususnya di Ponorogo. Mudik dilaksanakan untuk berkumpul dan silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

Menurutnya, aktifitas masyarakan meningkat bersama keluarga. Dari peningkatan ini menjadi implikasi terhadap lonjakan arus orang dan barang.

"Peningkatan aktifitas ini harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan kamtibmas dan akmtibcarlantas," ujarnya.

Kementrian perhubungan menjelaskan bahwa jumlah pemudik pada tahun ini di predikasikan mencapai sekitar 17, 6 juta orang. Mereka menggunakan jasa fasilitas angkutan umun terdiri darat laut dan udara.

"Secara detail, yang menggunakan mobil sekitar 2,4 juta kendaraan, motor 5,6 kendaraan. Sedangkan puncak dari arus mudik pada H- 4, sedangkan arus balik pada H+3," paparnya.

Dari data operasi ketupat pada tahun 2015 silam lanjut Ipong, terdapat sekitar 3048 kasus kecelakaan. Dari sekian kasus tersebut korban meninggal dunia sejumlah 646 jiwa, luka berat 1057 jiwa, dan luka ringan 3891 jiwa.

Sedangkan faktor penyebabnya adalah kurang disiplinnya pemudik, masih adanya pemudik yang tidak peduli terhadap kelayakan kendaraan, faktor jalan, fasilitas yang kurang dan cuaca yang exstrim.

"Kita bekewajiban antisipatif dengan preentif, prefentif, penegakan hukun didukung kerjasamaa sinergis dan bemberdayaan unsur terkait maupun mitra kamtibmas lainya guna meminimalisir kecelakaan di tahun ini," terangnya.

Selain arus lalulintas, Kamtibmas juga harus diwaspadai. Yang menjadi perhatian saat ini adalah terkait curat, curas, curanmor, swiping ormas, tawuran, balap liar, narkoba, miras, petasan, intoleransi agama, terorisme dan lain lain.

"Guna mengatisipasi hal tersebut seluruh jajaran Polri , TNI dan seluruh lapisan masyarakat agar ikut serta dan pro aktif untuk menjaga ketertiban dan mematuhi peraturan dan hukum yang ada," harapnya.

Sementara itu, dalam Apel Gelar Pasukan kali ini Bupati Ponorogo H Ipong Muchlissoni juga berkesempatan memeriksa perlengkapan pengamanan didampini Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin dan Dandim 0802. Bahkan Bupati juga menyempatkan diri mencoba sebuah senjata laras panjang yang digunakan oleh jajaran Polri untuk melakukan pengamanan. (warok)