Gagal, Musda Partai Golkar Ponorogo Akan Diambil Alih DPD Golkar Jatim

PONOROGO (kotareyognews.net) - Musyawarah Daerah (Musda) ke IX DPD Partai Golkar Ponorogo untuk membentuk kepengurusan yang baru pada, Kamis (14/07/2016) telah gagal alias Deadlock.  Pasalnya, dari 28 pengurus kecamatan yang ada, hanya 7 pengurus kecamatan saja yang hadir.

Meskipun sempat ditunda beberapa jam, namun beberapa pengurus yang ada, tak kunjung kembali ke acara Musda yang digelar di Gedung Sasana Praja ini.

Wakil pimpinan rapat Histbul Fathoni, sempat akan memberikan scorsiing, karena dari 26 Pengurus Kecamatan (PK), yang hadir hanya 7. “Kita scorsing saja, satu kali dua jam sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada, sebelum rapat kita buka,” terangnya.

Dalam musda kali ini juga sempat akan dilakukan scorsing. Namun salah satu pengurus DPD partai Golkar Propinsi Jatim, Melia Usman menegaskan bahwa musda DPD partai golkar Ponorogo memutuskan bahwa Musda berakhir “deadlock”. Guna menindak lanjuti,  Musda berencana akan dilanjutkan dengan  Musda pada waktu yang belum bisa ditentukan.

"Sampai batas waktu belum bisa ditentukan, Musda kali ini ditunda," katanya.

Menurutnya, Kuorum dalam musda kali ini tidak terpenuhi. Hal itu yang menjadi faktor utama dari musda kali ini sehingga tidak bisa dilanjutkan.

"Kita mengacu pada aturan AD ART partai golkar, pasal 38, ayat 2B," ujarnya.

Untuk langkah selanjutnya, musda DPD partai golkar Kabupaten Ponorogo akan diambil alih oleh DPD partai golkar Jawa Timur. Terkait kapan waktunya, pihaknya belum bisa menjelaskan.

“Musda akan kita ambil alih, dan untuk waktunya, kita belum dapat memberi keterangan kapan Musda lanjutan akan digelar," terangnya.

Lebih lanjut Usman menegaskan bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa. Dia membantah jika ada permainan, atau indikasi lain dalam Musda DPD Partai Golkar Ponorogo yang menyebabkan musda golkar terpaksa harus deadlock.

“Tidak ada indikasi apapun, dan ini bagian dari dinamika dari partai golkar, jadi ini sudah menjadi hal yang biasa dalam dunia Politik,”pungkasnya. (warok)